Berita » Menyiapkan Mandiri Benih PAJALE – BABE 2016

Dalam rangka mendukung pemenuhan kebutuhan benih sumber nasional Pajale-Babe, maka diperlukan penyediaan benih bermutu varietas unggul spesifik lokasi dan mekanisme produksi serta distribusi hingga tingkat petani, sehingga target peningkatan produktivitas tercapai dan kebutuhan benih sumber nasional tercukupi.

Balitbangtan melaksanakan workshop evaluasi kegiatan penyediaan benih sumber 2015 dan rencana perbenihan 2016 mendukung mandiri benih 2016 padi, jagung, kedelai, bawang merah dan cabai (PAJALE-BABE) yang diselenggarakan di Bogor pada tanggal 19–20 November 2015 yang diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari Peneliti/Penyuluh, Pengelola UPBS Balit/BPTP.

Narasumber berasal dari Direktorat Tanaman Pangan, Direktorat Tanaman Hortikultura, Inspektur III Kementan, Balitbangtan, BBP2TP, Puslitbangtan, Puslitbanghorti, dan Balit komoditas tanaman pangan. Materi yang dibahas meliputi:

  1. Program produksi benih sumber Pajale-Babe UPBS Balitbangtan 2016,
  2. Kebutuhan benih sumber tahun 2016 untuk peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai,
  3. Kebutuhan benih sumber tahun 2016 untuk peningkatan produksi bawang merah dan cabai,
  4. Pendampingan dan pengawalan kegiatan perbenihan Balitbangtan 2016,
  5. Kebutuhan benih Pajale-Babe dan rencana kegiatan perbenihan (UPBS, TTP, TSP, GLIP) BPTP tahun 2016,
  6. Kebutuhan nasional benih padi, jagung, kedelai dan rencana produksi benih sumber padi, jagung, kedelai dari kegiatan perbenihan (UPBS, GLIP, TSP, TTP) tahun 2016,
  7. Kebutuhan nasional benih bawang merah dan cabai dan rencana produksi benih sumber dari kegiatan perbenihan tahun 2016,
  8. Kontribusi terhadap penyediaan benih Pajale-Babe nasional.

Tujuan dari kegiatan ini adalah melihat kontribusi kegiatan perbenihan Balitbangtan dalam meningkatkan ketersediaan dan penggunaan benih bersertifikat. Pada kesempatan ini, Dr. Didik Harnowo selaku Kepala Balitkabi menyampaikan Kebutuhan Nasional Benih Kedelai dan rencana produksi benih sumber kedelai dari kegiatan perbenihan (UPBS, GLIP, TSP, TTP) tahun 2016.

Kepala Balitbangtan Dr. M. Syakir dalam pembukaan acara kegiatan workshop di Aula Sadikin, Cimanggu, Bogor, mengatakan bahwa untuk mendapatkan teknologi yang bermanfaat perlu adanya:

  1. Modifikasi agronomi dan modifikasi lingkungan,
  2. Diperlukan kebangkitan/kekuatan pertanian di dunia yaitu pemikir untuk perbenihan, dan
  3. Penggunaan benih bermutu (bersertifikat) masih perlu ditingkatkan agar kemurnian genetik benih dan daya tumbuh tinggi, sehingga potensi hasil varietas teraktualisasi.
Bapak Sekretaris Balitbangtan Dr. Agung Hendriadi, M.Eng (kiri) dan Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo (kanan) sedang menyampaikan materi.

Bapak Sekretaris Balitbangtan Dr. Agung Hendriadi, M.Eng (kiri) dan Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo (kanan) sedang menyampaikan materi.

SW/Trustinah