Berita » Meningkatkan Kualitas Jurnal Litbangtan dan Akreditasinya

Untuk meningkatkan peran dalam penelitian (science), inovasi, dan jaringan (network), Badan Litbang Pertanian senantiasa meningkatkan kualitas publikasi ilmiah. Lewat Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian (Pustaka), pada Senin (25/8), diselenggarakan pertemuan dengan agenda: (1) Optimasi Pengelolaan IAARD e-journal, dan (2) Persiapan Re-Akreditasi.
Acara yang dibuka sekaligus dimoderatori oleh Kepala Pustaka, Ir. Gayatri K. Rana, M.Sc., menampilkan Kepala Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan (Pusbindiklat) Peneliti-LIPI, Prof Dr Enny Sudarmonowati. Prof Enny menyampaikan bahwa untuk meningkatkan kualitas penerbitan jurnal harus dipersiapkan secara cermat dan sistematis. Yang dimaksud jurnal di sini adalah jurnal yang akan diakreditasikan atau yang akreditasi ulang (re-akreditasi).Prof Enny dengan judul paparan “Sosialisasi dan Kiat-Kiat Akreditasi Majalah Ilmiah” mengemukakan empat unsur penting untuk peningkatan kualitas jurnal, yaitu: (1) Kualitas Karya Tulis Ilmiah (KTI), (2) Peran Pengelola/Redaksi, (3) Manajemen/Pengelolaan terbitan, khususnya ketepatan waktu, dll, serta (4) Kualitas Mitra Bestari (peer review). Hal penting lain yang harus diikuti adalah penayangan jurnal secara lengkap dalam jaringan (daring, online). Dengan jurnal daring (e-journal), maka daya sebar publikasi akan sangat luas dan cepat, sehingga akan menambah peluang pensitasian oleh peneliti seluruh dunia.Ka Pusbindiklat Peneliti – LIPI Prof Dr Enny Sudarmonowati (kanan) didampingi Ka Pustaka, Ir. Gayatri
K. Rana, M.Sc.
,
saat menyampaikan paparannya.
Empat unsur tersebut sudah dibakukan lewat aturan LIPI, sehingga penulis dan redaksi jurnal harus taat agar tulisan-tulisan yang dimuat mampu meningkatkan kualitas jurnal yang bersangkutan. Prof Enny juga menyampaikan “ewuh pakewuh” di antara Redaksi dengan penulis serta Mitra Bestari harus dihilangkan. Demikian juga Mitra Bestari yang kurang kompeten dan kurang komitmen perlu segera diganti. Untuk yang sudah terakreditasi, catatan-catatan Tim Penilai yang disertakan pada lembar penilaian harus dipenuhi. Jika tidak maka akan mengurangi nilai akreditasi-ulangnya. “Catatan-catatan itu penting untuk meningkatkan kualitas jurnal yang bersangkutan”, tutur Prof Enny. Demikian juga Ethical clearance (Pedoman Kode etik Penelitian dan Tulisan Ilmiah), Peraturan-peraturan baru tentang penerbitan dan manage menjurnal (termasuk kewajiban Editor, Mitrabestari (reviewer), masalah plagiatisme, juga harus dijadikan dasar oleh penulis, Redaksi dan Mitra Bestari. Perlu diketahui bahwa pelaksanaan peraturan e-Jurnal secara lengkap akan diterapkan secara penuh mulai Maret 2016
Sutrisno Ssi dari LIPI dariPusbindiklat Peneliti-LIPI (kanan) didampingi Ka Pustaka, Ir. Gayatri K. Rana, M.Sc., saat menyampaikan paparannya. memaparkan
Akreditasi Jurnal Ilmiah secara rinci disertai diskusi.
Pemaparan secara rinci apa yang disampaikan Prof Enny dilanjutkan oleh Sutrisno Ssi dari LIPI, terutama terkait dengan sistem penilaian untuk akreditasi/reakreditasi majalah Ilmiah, dilanjutkan dengan diskusi. Pertemuan yang diikuti oleh lebih kurang 37 peserta yang terdiri atas Ketua Dewan Redaksi dan Redaksi Pelaksana seluruh Jurnal lingkup Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian, termasuk Dr. Nasir Saleh (Ketua Redaksi) dan A. Winarto SP (Ketua Redaksi Pelaksana Buletin Palawija, Balitkabi Malang) ditutup dengan resmi oleh Ka PUSTAKA dengan harapan agar dengan bekal-bekal yang diperoleh selama pertemuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk lebih menyiapkan bahan untuk akreditasi/reakreditasi jurnal masing-masing Unit Kerja/UPT dan menyiapkan e-jurnal.Dr Nasir Saleh/AW