Berita ยป Menyinkronkan Litbang Komoditas Strategis Kabupaten Jombang

Sinkronisasi litbang sektor pertanian di Jombang

Sinkronisasi litbang sektor pertanian di Jombang

Pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian, diharapkan menjadi pemicu terbentuknya produk unggulan kabupaten Jombang. Pada 21 Agustus 2019, bertempat di Bappeda Kabupaten Jombang dilangsungkan pertemuan sinkronisasi penelitian dan pengembangan komoditas pertanian. Pertemuan dihadiri oleh instansi terkait, Balitjestro serta Balitkabi yang diwakili Didik Sucahyono, S.P., M.Si dan Dr. M. Muchlish Adie.

Acara dibuka dan dipimpin oleh Kepala Bidang Litbang Bappeda Kabupaten Jombang. Disampaikan jika pada komoditas padi berdasarkan pemetaan location quotient, Jombang berada kuadran I yang menggambarkan tingkat produktivitas tinggi dan menjadi penyangga beras di Jatim. Sektor pertanian dan ketahanan pangan masih menjadi andalam program litbang di Jombang. Pada sinkronisasi ini diharapkan masukan tentang masalah produktivitas sektor pertanian, pemetaan teknologi adaptif, sinergi program pusat dan daerah, dan optimalisasi produksi.

Balitkabi diberi kesempatan pertama sebagai pembahas, menyampaikan potensi komoditas akabi di Jombang, seperti kedelai, dan kacang hijau. Jombang memiliki sejarah penghasil kedelai di masa lalu dan ditopang oleh kekuatan produsen benihnya. Disarankan sentuhan teknologi pada pengembangan kacang hijau pada wilayah dengan air yang terbatas atau potensi pengembangan pada musim tanam ketiga yang selama ini bera. Balitkabi memiliki berbagai teknologi budidaya dan pengolahan produk yang siap disinergikan pada berbagai klaster pengembangan perekonomian di Jombang, misalnya dengan membangun kios produk olahan pada klaster santri dsbnya.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian menyampaikan jika komoditas umbi-umbian potensial untuk dikembangkan di Jombang. Faktanya adalah terdapat 30 IKM (Industri Kecil Menengah) yang memproduksi krupuk samiler (olahan ubi kayu) yang saat ini bahan bakunya tidak tersedia di Jombang. Kripik ubi jalar ungu juga menjadi produk unggulan IKM di Jombang, dengan permintaan bahan baku ubi jalar ungu per IKM 100 kg/hari dengan pemasaran ke daerah Batu, Malang.

 

MMA