Berita » Meramu Teknologi Budidaya Kacang Tanah di NTB

ntb_1

Prospek ekonomi kacang tanah di NTB menjanjikan. Dukungan agroekosistem, iklim, dan tanah memang berkesesuaian dengan prasyarat tumbuh dan berproduksi kacang tanah. ACIAR (Australian Centre for International Agricultural Research) merancang penelitian Productivity and Profitability Enhancement of Tropical Pulses in Indonesia and Australia (SMAR 2007/068), untuk meningkatkan produktivitas kacang tanah di NTB, tentu bekerjasama dengan Badan Litbang Pertanian (Balitkabi dan BPTP NTB) dan Universitas Mataram. Kegiatan penelitian dilakukan 2008–2010, kemudian diperpanjang 2011 – 2012.


Evaluasi terhadap keberhasilan terhadap kegiatan di atas, dilakukan external review meeting di aula BPTP NTB, 29 April 2013, dihadiri oleh peneliti yang terlibat langsung penelitian (Balitkabi, BPTP NTB dan Universitas Mataram) serta staf Dinas Pertanian. Dari Balitkabi hadir Kepala Balitkabi dan penelitinya yaitu Dr. A.A. Rahmianna, Ir. Abdullah Taufiq, MP, dan Wasito Adi; sedangkan dari ACIAR yang hadir adalah Project Leader, Dr. Rao (RCN) Rachaputi dan Dr. Yash Chauhan. External Reviewer adalah Prof. Dr. Suyamto (Badan Litbang Pertanian) dan Dr. Stewart Higgins (Australia).

Peningkatan produktivitas kacang tanah di NTB dilakukan dengan berbagai tahap kegiatan. Diawali dengan evaluasi varietas, merancang improved management practices, scalling up production technologies, serta diikuti dengan kajian socio-economics dan adoption of improved practices. Dr. A.A. Rahmianna sebagai penanggung jawab kegiatan Peanut varietas evaluation, seed quality, supply and certified seed production training, menyampaikan dua varietas yang prospektif dikembangkan di NTB yakni Kelinci dan Bison. Yang menjadi masalah, perusahaan menghendaki varietas Bima yang peka penyakit layu dan produksinya lebih rendah dibandingkan dengan Kelinci dan Bison. Penguatan penyediaan benih ditempuh dengan memberikan pelatihan kepada penyuluh, petani, dan penangkar.

Dari penelitian dan pengkajian yang didanai oleh ACIAR, telah dihasilkan teknologi produksi kacang tanah yang spesifik lokasi. Kajian yang dilakukan oleh peneliti Universitas Mataram, adopsi terhadap paket teknologi telah dilakukan oleh petani walaupun bersifat parsial, dan dampaknya terlihat bahwa produksi kacang tanah meningkat dan memberikan keuntungan layak bagi petani. Penyiapan teknologi untuk penyediaan benih kacang tanah, termasuk metode pengembangan untuk rapid tools to assess seed viability juga sudah disiapkan. Harapannya terjadi kemandirian penyediaan benih kacang tanah di NTB, dan petani kacang tanah mendapatkan pendapatan memadai.

MMA/AW