Berita » Merancang ASP Berbasis Lahan Kering Masam

1.merancang-asp_y

Arah kebijakan dan strategi peningkatan produksi bahan pangan dalam RPJMN 2015 – 2019, salah satunya ditetapkan “Pengembangan kawasan sentra produksi komoditas unggulan yang diintegrasikan dengan model pengembangan techno park dan science park, dan pasar tradisional serta terhubung dengan tol laut”. Pada tahun 2015, Balitbangtan menargetkan 6 ASP (Taman Sains Pertanian) dan 16 ATP (Taman Teknologi Pertanian), dan salah satunya adalah ASP di KP Natar, BPTP Lampung yang berbasiskan lahan kering masam.Bertempat di KP Natar, 4 April 2015 dilakukan pembahasan rancangbangun ASP KP Natar, dihadiri oleh Sekretaris Balitbangtan (Dr. Agung Hendriadi), Prof. Dr. Ainin Niswati (Unila), Kapus Peternakan, Kepala BBSDLP, Kepala BBBiogen, peneliti dari Puslit/BB dan peneliti BPTP Lampung. Dari Puslitbang TP hadir Dr Satoto (BB Padi), Dr. Andi Takdir (Balitsereal) dan Muchlish Adie (Balitkabi).Agenda pembahasan diawali dengan kunjungan lapang terhadap calon lokasi ASP di KP Natar. Pemetaan lokasi dan komoditas sudah dilakukan oleh Tim BBSDLP dan BPTP Lampung, termasuk alokasi untuk tanaman pangan. Dr. Agung Hendriadi menekankan ketepatan dan efisiensi menggunakan anggaran, termasuk skala prioritas yang terkait dengan waktu pelaksanaan. Komoditas kedelai dan ubikayu akan menjadi salah satu komoditas andalan pada ASP di KP Natar. Kedelai harus dioptimalkan hasilnya, masukan apa yang diperlukan untuk meningkatkan hasil kedelai hingga 2.5 t/ha di lahan masam. Tantangan bagi Balitkabi dan Balittanah. Sesbapun sambil bergurau meminta perwakilan Balitkabi, BBSDLP dan BPTP Lampung untuk berjabat tangan. Ubikayu diarahkan pada sumber pakan dan energi. Yang dihitung buka hanya rendemen bioetanil tetapi juga biaya yang diperlukan untuk menghasilkan 1 liter bioetanol. Sesba juga menanyakan apa betul BEP produksi ubikayu 60 t/ha agar perusahaan menjadi kompetitif dalam memproduksi bioetanol, tentu selain harga/kg ubikayu. Penataan lahan memerlukan kerjakeras dan pemikiran bersama.

Peninjauan calon lokasi ASP di KP Natar

Pengarahan oleh Sesba Balitbangtan dan diskusi

Setelah kunjungan lapang dilanjutkan dengan pemaparan masterplan ASP KP Natar di aula KP Natar. Komponen perencanaan ASP KP Natar yang telah disiapkan, selain masterplan komoditas dilapang, adalah pintu gerbang, studio, ruang peraga, ruang pelatihan, tata air, visitor car, rumah kaca/rumah kasa, kandang, fasilitas off-farm (pengolahan, pengemasan), dan website. Setiap peserta diminta untuk memberikan saran dan masukan terhadap masterplan tersebut, termasuk dari Unila, yang nantinya akan menjadi anggota tim ASP KP Natar.

Sekretaris Balitbangtan menyampaikan bahwa perlu karakteristik dan sebaran lahan masam di Indonesia, ASP merupakan implementasi teknologi hulu – hilir, bermuatan edukasi daqn wisata selain riset, dan yang paling penting adalah harus mampu menginkubasi dan memotivasi petani dan masyarakat sekitar ASP. Karenanya tidak ada pilihan, peragaan yang ada di ASP harus lebih baik dari pertanaman petani, harus berbeda. Apalagi ASP merupakan bapaknya ATP. Rancangan e-Aset yang sedang disiapkan oleh Balitbangtan akan ikut serta memperkuat keberadaan ASP dan ATP.

MMA