Berita » Merancang Mandiri Benih PJK

Program 1000 Desa Mandiri Benih telah terprogramkan di Nawacita dan Balitbangtan merancangnya dengan Model Mandiri Benih Padi, Jagung dan Kedelai (PJK). Untuk mendapatkan pemahaman dan kesamaan operasional di lapang dilakukan Rapat Koordinasi Pengembangan Model Mandiri Benih PJK di BB Padi, 14–15 Maret 2015. Rakor diikuti oleh 70 peserta yang terdiri atas Kepala BPTP dan penanggung jawab UPBS BPTP dari 26 provinsi penghasil PJK serta BB Padi, Balitsereal dan Balitkabi. Rakor dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian, mewakili Kepala Balitbangtan. Kepala Balitkabi (Dr. Didik Harnowo) dan Muchlish Adie mengikuti Rakor tersebut.Narasumber dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, PSE/KP, BBP2TP, Puslitbang TP, BB Padi, Balitsereal dan Balitksabi. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan menargetkan 1.000 Desa Mandiri Benih yang tersebar di 32 provinsi. Tujuan dari Desa Mandiri Benih adalah memberikan fasilitas kepada kelompok tani atau kelompok penangkar atau gabungan kelompok tani dengan kelompok penangkar dalam rangka meningkatkan kapasitas (capacity building) produksi benih guna memenuhi kebutuhan benih di wilayah desa, dan menumbuhkembangkan kelompok penangkar yang kelembagaannya belum berkembang di wilayah desa. Balitbangtan mengembangkan Model Mandiri Benih dan untuk kedelai berada di 12 provinsi sentra kedelai. Penyamaan persepsi dan pemahaman tentang Mandiri Benih menjadi bagian penting dan memerlukan diskusi yang cukup lama.


Rakor Pengembangan Mandiri Benih

Pemaparan Mandiri benih kedelai dan peserta Rakor Kepala Balitkabi menyampaikan paparan tentang Teknologi produksi dan ketersediaan benih untuk pengembangan model kawasan mandiri benih kedelai. Kinerja UPBS Balitkabi selama tahun 2014 telah mendistribusikan BS kedelai 13,429 ton untuk 25 provinsi dan FS sebanyak 28,903 ton untuk 27 provinsi. Pada tahun 2015 diprogramkan produksi BS kedelai sebanyak 5 ton dan FS kedelai sebanyak 38,5 ton. Untuk model mandiri benih di 12 provinsi, Balitkabi akan mendistribusikan sebanyak 10 varietas untuk 1 ha pada 12 provinsi. Produksi 1 ha tersebut dimaksudkan sebagai media pembelajaran bagi calon penangkar benih kedelai sehingga mampu mampu dan memahami produksi benih kedelai secara benar. Sebelum Rakor ditutup, disampaikan lesson learned produksi benih dari BPTP Sulsel, Jambi dan Banten, sebagai pembelajaran untuk menyongsong Model Mandiri Benih Kedelai 2015.MMA