Berita ยป Merancang Sinergi Riset Internasional melalui IMIN

Memperkuat dan memperluas jejaring kerjasama riset internasional menjadi tuntutan bagi suatu lembaga riset. Balitkabi merancangnya melalui kerjasama riset dengan IMIN (International Mungbean Improvement Network Project) fase dua (IMIN-2) yang pada tahun 2021 akan melibatkan Indonesia dan Kenya. Pada pertemuan tanggal 6 Januari 2021, Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, M.S. menekankan bahwa momentum kerjasama luar negeri (hibah) dengan ACIAR-Australia ini dijadikan satu pancingan untuk hadirkan kerjasama untuk komoditas akabi lainnya, termasuk kacang hijau, dan yang lebih penting digunakan sebagai salah satu strategi menarik investor.

Di Indonesia, kacang hijau menjadi komoditas andalan karena bernilai ekonomi tinggi dan menjadi komoditas ekspor. Di tingkat global, rata-ratanya sekitar 0,73 t/ha dan melalui VUB diharapkan mampu mendongkraknya lebih tinggi. IMIN dibentuk tahun 2016 dan mendapatkan dukungan pendanaan dari ACIAR Australia. Salah satu landasan dari World Vegetable Center (dulunya AVRDC) dalam menginisiasi pembentukan IMIN adalah membentuk jejaring penelitian di sentra produksi kacang hijau di dunia, untuk saling berbagi pengalaman keilmuwan. Sasarannya diantaranya adalah keamanan pangan dan mengantisipasi perubahan iklim. Pengalaman selama ini, sinergi riset menjadi kunci keberhasilan penelitian pemuliaan.

Ir. Rudy Soehendi, M.P., Ph.D, sebagai nakhoda IMIN-2 di Balitkabi memprogramkan untuk mempertajam proposal IMIN dengan tim peneliti lainnya, pada substansi tujuan, batasan, topik penelitian, termasuk operasionalisasi pelaksanaan risetnya. Semoga pengembangan kacang hijau di Indonesia semakin mensejahterakan petani.

20210107-imin imin
Mempertajam sinergi riset melalui IMIN, 6 Januari 2021.

YB/AK