Berita » MoU BB Biogen dengan Balitkabi, 11 Lembaga Litbang, dan Pelaku Usaha

biogen1Dipimpin langsung oleh Kepala Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Ir. Mastur, Ph.D, acara penandatangan MoU diawali dengan paparan tupoksi dan hasil-hasil menonjol dari masing-masing lembaga litbang dan pelaku usaha.

BB Biogen dan Balitkabi sepakat untuk bekerjasama dalam hal pelestarian dan pemanfaatan sumber daya genetik pertanian tanaman aneka kacang dan umbi. Penandatanganan MoU dilaksanakan di Kantor BB Biogen Bogor pada tanggal 30 Oktober 2018.

Luar biasa wajah baru BB Biogen di bawah kepemimpinan Mastur, alumni Tokyo Nogyo Daigaku Japan. “Terobosan kerjasama atau kolaborasi satu frame merupakan ikon baru untuk percepatan output inovasi pertanian, untuk menjawab kebutuhan pengguna dan buktikan kemajuan Indonesia,” ungkap Mastur di depan 12 lembaga riset litbang penyandang PUI (Pusat Unggulan Iptek) Kemenristek Dikti dan pelaku usaha, termasuk Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Pusat Kajian Hortikultura Tropika IPB, PT Tunas Baru Lampung, PT Maxindo Karya Anugerah, serta Ewindo R & D Team (Eastwest/panah merah).

biogen

Berkompromi dengan kebutuhan pengguna atau “market preferences” adalah kunci awal merancang satu output yang tajam dan termanfaatkan. PT Maxindo misalnya, satu perusahaan yang sudah berusia 40 tahun bermain dengan bisnis berbasis aneka umbi dan produknya 90% diekpor ke luar negeri. Segmen perakitan varietas unggul baru ke depan harus memiliki kemampuan membaca pasar.

Kiat produktif pengembangan produk khususnya varietas diantaranya adalah: goal pengembangan produk, akses Sumber Daya Genetik (SDG), ada spesialisasi di dalam breeding, dukungan dari departemen lain, bekerja berbasis target, komunikasi yang cair antar team R & D, dan adanya “marketing growth mindset product” oleh team marketing. Pola ini bisa dicangkok untuk ranah litbang pemerintah dalam mengantarkan invensi yang dihasilkan menjadi suatu inovasi.

Di era disruption, Ewindo R & D Team ke depan menyiapkan komposisi SDM-nya 74% usia kelahiran tahun 90-an sebagai generasi milenial. Ini jelas untuk siapkan penajaman pengguna, kebutuhan pasar, hasi,l dan arah bekerja SDM.

YB