Berita » Niatkan Angkat Kesejahteraan Petani, Yayasan Shamayim Datangi Balitkabi

Heri Purnomo Goenawan (Ketua pengurus Yayasan SAG) di Balitkabi

Heri Purnomo Goenawan (Ketua pengurus Yayasan SAG) di Balitkabi

Selasa, 9 Februari 2021, Balitkabi menerima kunjungan dari Yayasan Shamayim Agri Makmur (SAG) dengan kantor Pusat di Jakarta. Sebanyak empat orang dari yayasan SAG, yaitu Heri Purnomo Goenawan (Ketua Yayasan), Dhani Y. (Bendahara Yayasan), Budhi A. (tim operasional), dan Rian (ahli IT Yayasan) diterima oleh B.S. Koentjoro, M. Kom. selaku Subkoordinator Substansi Jasa Penelitian, Joko Susilo Utomo, Ph.D (peneliti pascapanen), Dr. Febria Cahya Indriani (pemulia ubi jalar), Dr. Kartika Noerwijati (pemulia ubi kayu), dan Amri Amanah, M.Sc. (peneliti ekofisiologi).

Menurut Heri, tujuan kunjungan adalah untuk mendapatkan informasi dan kerjasama dalam hal pengembangan komoditas unggul aneka kacang dan umbi mulai dari hulu hingga hilir. “Misi kami adalah membantu petani lokal dengan meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan komoditas aneka kacang dan umbi di wilayah Indonesia, khususnya Indonesia Timur seperti NTT,” kata Heri. Karena minimnya informasi yang kami miliki, maka datanglah kami ke Balitkabi atas rekomendasi dari Tjintokohadi, M.Sc. (pemulia ubi jalar) yang sebelumnya telah banyak menjalin kerjasama dengan Balitkabi. “Dan kami juga perlu mengetahui bagaimana prosedur untuk menjalin kerjasama dengan Balitkabi,” kata Heri lebih lanjut.

B.S. Koentjoro menyampaikan bahwa Balitkabi menyambut baik rencana program kerjasama tersebut, apalagi ditujukan untuk membina petani kecil, untuk meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan. Selain itu, juga mendukung kemandirian petani dalam melaksanakan usaha taninya. Peneliti Balitkabi menambahkan, bahwa inovasi berbasiskan potensi lokal harus menjadi andalan. Apalagi basisnya berada di NTT, Balitkabi telah memiliki rekam jejak pengembangan untuk komoditas ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, dan kacang hijau di NTT, termasuk juga pengembangan beberapa varietas  ubi kayu di Kabupaten Sikka, sehingga bisa ditelusur ketersediaan benihnya jika kegiatan ini dilakukan di Pulau Flores, urai pemulia ubi kayu, Dr. Kartika Noerwijati. “Harus dibangun peluang pasar yang jelas agar pemasaran tidak menjadi kendala,” kata Febria.

Setelah berdiskusi, dilanjutkan kunjungan lapang dan ke Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balitbangtan di Balitkabi. Semoga dapat terjalin kerjasama yang baik antara Yayasan Shamayim dengan Balitkabi, sehingga niat sejahterakan petani dapat terwujud.

KN

sag1 sag2 sag3
Pemaparan peneliti Balitkabi, peserta pertemuan, dan kunjungan lapang