Berita » Onde-onde Ubi Jalar Ungu dan Mie Talas Meriahkan Acara DWP Lingkup Balitbangtan

Ibu memegang peran penting dalam menyusun menu dan konsumsi harian keluarga. Oleh karena itu para ibu berkontribusi besar dalam mendukung program diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Sosialisasi dan promosi untuk para ibu ini dapat dilakukan pada saat pertemuan atau acara yang berkaitan dengan komunitas wanita. Salah satunya adalah melalui kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) seperti yang dilaksanakan oleh Balitkabi pada acara pertemuan rutin DWP lingkup Balitbangtan pada tanggal 8 September 2017 di Puslitbang Tanaman Pangan sebagai tuan rumah. Acara ini dipimpin oleh Ketua DWP Balitbangtan Ibu Luluk M. Syakir dan dihadiri oleh sekitar 70 ketua dan pengurus DWP dari Unit Pelaksana Teknis lingkup Balitbangtan, termasuk Ibu Ika Joko Susilo Utomo dari DWP Balitkabi.

Praktik pembuatan onde-onde ubi jalar ungu dipilih oleh Ibu Santi Andriko (Ketua DPW Puslitbang Tanaman Pangan) sebagai salah satu acara pada kegiatan ini karena terkesan dengan legitnya rasa onde-onde sewaktu berkunjung ke Balitkabi beberapa waktu yang lalu. Selain itu, juga disajikan mie yang dibuat dari pasta talas Bogor dan kimpul (mbothe) yang relatif mudah mendapatkan bahan bakunya serta cake tape ubi kayu dan cake tiwul yang dapat mensubstitusi terigu 50% hingga 65%.

Aneka umbi merupakan pangan sehat karena sebagai sumber karbohidrat indeks glikemiksnya lebih rendah dibandingkan nasi, ketan, ataupun roti, dan mengandung serat pangan yang baik untuk percernaan. Demikian disampaikan oleh Ir. Erliana Ginting, M.Sc. sebagai narasumber pada kegiatan tersebut. Peserta sangat antusias mencicipi produk-produk yang telah disiapkan oleh tim Balitkabi (Lina Kusumawati, S.Si. dan Siti Mutmaidah, S.P.).

onde

Menurut Ibu Yani Prama Yufdi (Wakil Ketua DWP Balitbangtan), mie dari bahan baku talas dan mbothe sangat pulen, tidak ada rasa gatal sama sekali, dan tentunya sehat karena tanpa pengawet. Demikian pula Ibu Luluk M. Syakir sangat menyukai onde-onde ubi jalar ungu karena teksturnya empuk, tidak alot seperti onde-onde yang biasanya diolah dari ketan. Ibu Santi Andriko berminat untuk mempromosikan onde-onde tersebut di kantin Puslitbang Tanaman Pangan. Semoga keunggulan aneka umbi tersebut dapat mencuri hati para ibu dan menjadi bagian dari menu makanan sehat keluarganya.

onde1

 EG/SM