Berita » Optimalisasi Sumber Daya Lokal mengemuka di Semnas UMP Purwokerto

ump

Demi mewujudkan kedaulatan pangan, Fakultas Pertanian Universitas Muhammadyah Purwokerto (UMP) menyelenggarakan seminar nasional bertemakan “Optimalisasi Sumber Daya Lokal untuk Mewujudkan Kedaulatan Pangan” pada tanggal 5 Mei 2018 di gedung A.K. Anshori UMP Purwokerto. Seminar diikuti oleh 150 peserta dari kalangan akademisi, birokrasi, peneliti, mahasiswa, dan alumni UMP.

Seminar menghadirkan tiga pembicara utama yaitu Prof. Totok Agung D.H., M.P., Ph.D. (Direktur Pasca Sarjana Univ. Jenderal Soedirman), Haerudin, S.P., MFoodSt, Ph.D. (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian), dan Dr. Ir. Agus Nurudin, M.Si., MBA (Managing Director The Nelson Company).

Totok menyampaikan bahwa isu terpenting di dunia saat ini hanya ada dua yaitu pangan dan energi. “Ekspansi negara-negara besar tujuan utamanya adalah mendapatkan sumber pangan dan energi. Barang siapa menguasai sumber pangan dan energi, maka dunia ada dalam genggamannya”, kata Totok.

Sumber daya lokal memiliki peran strategis dalam pencapaian kedaulatan pangan berbasis spesifik lokasi, karena sudah beradaptasi dengan lingkungan setempat. Orientasi ke depan, pelepasan varietas sebaiknya diarahkan spesifik lokasi untuk membangkitkan sumber daya lokal. Untuk mewujudkan kedaulatan pangan berbasis sumber daya lokal, harus ada sinergi antara kalangan akademisi, bisnis, komunitas, dan pemerintah. “Namun demikian perlu diingat bahwa petanilah pengambil keputusan utama dalam pengembangan suatu teknologi pertanian”, pungkas Totok.

Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa, kemandirian pangan sangatlah penting untuk menstabilkan ekonomi suatu negara. Kita harus berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan pangan. “Pangan dan agribisnis adalah hal terpenting untuk menyelamatkan negara”, ujar Agus. Haerudin menambahkan bahwa untuk mengoptimalisasi sumber daya lokal perlu adanya sinergitas antara kelembagaan di daerah (Balai Pengkajian Teknologi Pertanian), UPBS (Unit Produksi Benih Sumber), varietas unggul, teknologi budi daya, alsintan, dan pengembangan konsep KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari).

Salah satu peneliti Balitkabi yaitu Kartika Noerwijati yang menekuni komoditas ubi kayu ikut menjadi salah satu pemakalah dari 33 makalah yang disajikan. Mengangkat topik “Mengenal Senyawa HCN pada Ubi Kayu”, Kartika menyampaikan bahwa ubi kayu sebagai salah satu komoditas penting dalam program diversifikasi pangan menuju kedaulatan pangan, dalam pemanfaatannya harus memperhatikan senyawa HCN yang ada di dalamnya.

KN