Berita ยป Padu-Padan SL-PTT Jagung dan Kedelai 2013 serta Rencana 2014

Program Strategis Kementerian Pertanian untuk mendukung salah satu dari 4 target sukses Kementan adalah pencapaian swasembada pangan, menyangkut 5 komodidas prioritas yaitu padi, jagung, kedelai, gula dan daging sapi. Di antaranya 3 komoditas padi, jagung dan kedelai prioritas adalah yang terkait dengan mandat Litbang tanaman pangan. Pada tahun 2013 Ditjen Tanaman Pangan menargetkan produksi jagung 19,87 juta ton, salah satunya melalui peningkatan produktivitas dengan kegiatan SL-PTT jagung pada 260.000 Ha. Sedangkan untuk produksi kedelai ditargetkan mencapai 1,5 juta ton, yang salah satunya melalui kegiatan SL-PTT kedelai pada 455.000 ha untuk mencapai peningkatan produktivitas dari 1,3 t/ha menjadi 1,5 t/ha.
Tugas pokok litbang mendukung program strategis Kementerian Pertanian adalah: 1) menciptakan VUB spesifik lokasi, 2) menciptakan inovasi teknologi mendukung pencapaian produksi VUB, 3) Penyediaan logistik benih sumber dan 4) Pendampingan/pengawalan SL-PTT sebagai salah satu channel dari system diseminasi multi channel melalui kerjasama Balitkomoditas dengan BPTP guna meningkatkan impact recognition hasil Litbang Pertanian. Padu-padan yang diselenggarakan oleh Puslitbangtan dengan BB2TP dan pembicara tamu dari Dirjen Tanaman Pangan membahas kemajuan program SLPTT 2013 dan rencana 2014, serta kemajuan pendampingan dan perencanaan pendampingan Balit komoditas dan BPTP sentra produksi jagung dan kedelai. Padu padan diselenggarakan di Balikabi Malang tanggal 28 Juni 2013. Permentan 45/2011 pendampingan penerapan PTT pada SL-PTT ditujukan untuk meningkatkan penguasaan teknologi dan memperluas jangkauan pendampingan ke seluruh unit SL oleh penyuluh, dalam hubungan Research Extension Lingkage (REL) yang sinergi, sebagai salah satu channel tradisional diseminasi teknologi pada petani dari diseminasi multichannel yang kita lakukan saat ini. Badan Litbang Pertanian menugaskan 1-2 orang peneliti Balitkomoditas di setiap provinsi dan 1 orang peneliti/penyuluh BPTP di setiap kabupaten. Fokus pendampingan SL-PTT jagung ada di 8 provinsi (NAD, DI Yogyakarta, Sulsel, NTB, NTT, Lampung, Sulteng, dan Kalsel), sedangkan untuk SL-PTT kedelai fokus di 7 provinsi (NAD, Sumut, Jateng, D.I. Yogyakarta, Jatim, Sulsel, NTB) yang pencanangan gerakannya telah dimulai di Aceh Timur. Pola pendampingan SL-PTT oleh peneliti Badan Litbangtan ke depan diselaraskan dengan Permentan 45/2011, ditekankan pada pemberian rekomendasi teknologi spesifik lokasi dan memberikan pembekalan pada para penyuluh dengan teknologi terbaru, melalui pola pelatihan berjenjang secara teratur, dan kunjungan lapang supervisi lapang secara case by case. Badan Litbang Pertanian menyarankan agar pelatihan SL-PTT untuk pemandu dan petani dikoordinasikan oleh Badan PSDM Pertanian dan kelembagaan penyuluhan yang ada di daerah (Bakorluh atau Bapeluh) untuk pelatihan pemandu lapang (PL)1, PL2, PL3, sehingga Badan Litbang Pertanian bisa fokus melaksanakan mandatnya menciptakan teknologi dan varietas unggul berdaya saing. Untuk perencanaan operasional peran Badan Litbang sebagai pendamping SLPTT akan ditindaklanjuti dalam Padu Padan antara Badan Litbang Pertanian, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan (Direktorat Budidaya Tanaman Aneka kacang dan umbi, Direktorat Serealia dan Direktorat Perbenihan) yang mambahas operasional pengembangan tanaman jagung dan kedelai serta pendampingan tahun 2014. Marwoto