Berita » Panen Benih Kedelai Bantuan Menteri Pertanian Di Nusa Tenggara Barat

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) termasuk salah satu sentra produksi kedelai di Indonesia dengan luas panen rata-rata (5 tahun terakhir) 78.589 ha tiap tahun, dengan rata-rata produktivitas 1,15 t/ha, dan produksi rata-rata mencapai 90.288 ton /th. Dengan luas tanam 78.587 ha, maka diperlukan benih 3.144 ton. Penyediaan benih sumber sebesar 3.144 ton bagi NTB sebenarnya tidak sulit, karena NTB mempunyai lahan kering cukup luas, mencapai 626.034,60 hektar, dan kondisi iklimnya mendukung untuk pertumbuhan tanaman kedelai. Kondisi ini sangat mendukung proses produksi benih kedelai melalui sistem JABALSIM. Produksi benih pada musim hujan dapat dapat diusahakan di lahan kering/pegunungan, hasilnya dipersiapkan untuk benih sumber pada MK I di lahan sawah tadah hujan. Selanjutnya hasil benih dari sawah tadah hujan dipersiapkan untuk benihpada lahan sawah irigasi pada MK II. Hasil benih dari sawah irigasi ini dipersiapkan kembali untuk perbenihan di lahan kering/pegunungan pada musim hujan berikutnya.

Provinsi NTB menerima bantuan benih kelas FS kedelai dari Menteri Pertanian tanggal 15 Desember 2012 pada saat pencanangan tanam kedelai di Aceh Timur sebanyak 1 ton. Benih sebanyak 1 ton oleh Provinsi NTB dialokasikan di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, seluas 20 ha sebagai demplot, di tengah-tengah areal kedelai 425 ha lahan petani asal benih dari BLBU. Benih yang ditanam seluas 20 ha, bantuan Menteri Pertanian terdiri dari varietas Anjasmoro, Argomulyo, Burangrang, Kaba, Grobogan, dan Wilis. Keragaan tanaman kedelai seluas 20 ha bantuan Menteri Pertanian lebih baik dari pada hamparan kedelai yang lain. Tinggi tanaman 95–120 cm, jumlah polong per rumpun 211–276/rumpun dan hasil ubinan Anjasmoro 1,70 t/ha, Argomulyo 1,64 t/ha, Buranrang 1,52 t/ha, Kaba 1,51 t/ha, Grobogan 1,53 t/ha dan Wilis 1,48 t/ha. Dari luasan demplot 20 ha dapat diperkirakan menghasilkan minimal 25 ton benih kedelai kelas Benih Pokok yang siap untuk benih di lahan sawah. Hasil panen kedelai telah banyak dipesan baik dari Kabupaten Bima maupun dari luar daerah Bima, bahkan luar Provinsi NTB. Hadir pada panen perdana benih kedelai bantuan Menteri Pertanian di Desa Nggembe, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima adalah Wakil Bupati Kabupaten Bima, Asisten I, Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan Kabupaten Bima, Badan Litbang Pertanian diwakili oleh Kepala BPTP NTB Dr Dwi Praptomo, dari Balitkabi Prof. Dr. Marwoto, dan undangan terdiri dari peneliti, penyuluh, dan petani yang hadir di temu lapang sekitar 250 orang. Wakil Bupati dalam kata sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Badan Litbang Pertanian yang telah memperhatikan dan memberikan bantuan benih Benih Dasar (FS) kepada kelompok tani penangkar di Kecamatan Bolo. Diharapkan nantinya daerah ini bisa sebagai produsen benih untuk Kabupaten Bima khususnya dan NTB pada umumnya, bahkan untuk Provinsi lainnya.

Menurut Pak Arifin salah satu penangkar di Desa Nggembe, bahwa petani lahan kering di desa Nggembe selalu menanam kedelai dari tahun ke tahun, tidak memandang apakah kedelai harganya murah atau mahal. Menanam kedelai di lahan kering merupakan budaya petani di Desa Nggembe. Budaya menanam kedelai di lahan kering ini merupakan pendorong utama untuk dapat memroduksi benih sumber dan modal untuk proses kemandirian benih melalui sistem JABALSIM.

Prof. Marwoto/AW