Berita » Panen Raya Kedelai di Jambi

panen-jambi-1

Provinsi Jambi merupakan lumbung kedelai di kawasan Sumatera bagian selatan.  Sejak 2007, Balitkabi mengambil peran penting di Tanjung Jabung Barat dengan melakukan pengembangan kedelai.  Salah satu hasilnya yakni varietas Anjasmoro telah berkembang dan diminati oleh petani di daerah tersebut.

BPTP Jambi, dengan dukungan Balitkabi, melakukan gelar teknologi aneka kacang, yakni kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau di Desa Pudak Kumpeh Ulu, Jambi.  Beragam varietas digelar. Kedelai (varietas Anjasmoro, Argomulyo, dan Kaba), kacang tanah (varietas Kelinci, Jerapah, dan Bison) serta kacang hijau (varietas Vima, Sriti, dan Kutilang) ditanam pada Desember 2011. Sabtu, 18 Februari 2012, dilakukan panen raya kedelai varietas Argomulyo oleh Gubernur Provinsi Jambi dan Kepala Badan Litbang Pertanian, Dr. Haryono M.Sc, bersama Bupati Muaro Jambi.  Ikut serta melakukan panen raya adalah Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi.  Seusai Panen Perdana, dilanjutkan dengan temu wicara.

KaBadan Litbang dan Gubernur Jambi, panen kedelai Argomulyo

Kepala BPTP Jambi menyampaikan bahwa areal Gelar Teknologi sebelumnya berupa alang-alang, dan dengan pengelolaan yang baik, aneka kacang ternyata mampu tumbuh optimal. Hingga sekarang telah dilepas 73 varietas kedelai dan sebagian besar dihasilkan oleh pemulia Badan Litbang Pertanian, urai Kepala Badan Litbang Pertanian. Varietas Argomulyo yang dipanen perdana adalah varietas berbiji besar (15 g/100 biji) dan berumur genjah (78 hari).



Ir. Yardha, peneliti BPTP Jambi bersama Kepala Balitkabi dan petani kooperator

Di antara tiga varietas kedelai yang digelar, varietas Anjasmoro paling disukai oleh petani, polongnya lebat dan ukuran bijinya besar, sesuai untuk bahan baku tempe. Hasil biji varietas Argomulyo dapat mencapai 2.30 t/ha di areal Gelar Teknologi.  Varietas kacang hijau Vima 1 yang memiliki keunggulan masak serempak termasuk tiga varietas kacang tanah yang mampu tumbuh optimal.

Petani di sekitar Desa Pudak benar-benar mendapatkan pembelajaran dan percontohan cara budidaya untuk aneka kacang. Dr. Hasil Sembiring, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, berpesan agar hasil biji yang diperoleh, sebagian digunakan untuk benih pada musim tanam berikutnya.

MMA/Win