Berita » Partisipasi Balitkabi pada FFD Pengembangan Ubijalar di Magetan

Farm Field Day (FFD) atau Hari Temu Lapangan Petani dilaksanakan pada tanggal 16 November 2016 pada lahan Kelompok Tani Bangun Tani, Desa Widorokandang, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan dalam rangka “Fasilitasi Pengembangan Komoditas Aneka Umbi (Ubijalar)”.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 2016 melalui Dinas Pertanian Provinsi mengalokasikan kegiatan pengembangan ubijalar seluas sembilan hektar yang tersebar pada tiga kabupaten yang merupakan sentra ubijalar (Malang, Mojokerto, dan Magetan) sebagai upaya peningkatan produksi dan produktivitas aneka tanaman umbi khususnya ubijalar.

Kelompok Bangun Tani mendapatkan program ini dengan luas area dua hektar dan memperoleh bantuan sarana produksi. Varietas yang dikembangkan adalah Korea dan Lokal Magetan (Paket merah dan Paket hijau).

Kegiatan temu lapang merupakan salah satu metode untuk memberdayakan petani melalui pertemuan antara para petani, penyuluh, dan peneliti untuk saling tukar-menukar informasi tentang teknologi budidaya yang diterapkan, dan untuk mendapatkan umpan balik dari petani.

FFD dihadiri sekitar 50 orang, terdiri dari para petani dari Kelompok Tani Bangun Tani, penyuluh pertanian, aparat desa, petugas dari Angkatan Darat, perwakilan dari Dinas Pertanian kabupaten Magetan, dan Dinas Pertanian Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta perwakilan dari Balitkabi dan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Jatim.

Acara FFD dimulai dengan pembukaan oleh dinas pertanian setempat dan dilanjutkan panen ubijalar dengan pengambilan sampel dengan sistem ubinan dan didapatkan hasil dengan produksi mencapai >40 t/ha.

Acara selanjutnya adalah sambutan dari perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, penyampaian materi oleh narasumber dari Balitkabi dan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Jatim, dan diskusi.

Ir. Tinuk Sriwahyuni, M.P. sebagai narasumber perwakilan Balitkabi menyampaikan materi tentang penerapan teknologi budidaya, pascapanen, dan varietas unggul ubijalar. Setelah itu dilanjutkan penyampaian materi dari perwakilan Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Jatim tentang penerapan PHT pada budidaya ubijalar.

Setelah penyampaian materi di lakukan penyerahan publikasi dari Balitkabi (juknis dan leaflet) kepada ketua kelompok tani “Bangun Tani”. Publikasi yang disampaikan diharapkan dapat digunakan sebagai rujukan bagi petani untuk mengembangkan komoditas aneka tanaman kacang dan umbi.

Dengan produksi ubijalar yang cukup tinggi di Magetan maka seharusnya ubijalar memiliki prospek yang cukup baik untuk dikembangkan dan dapat dijadikan sebagai komoditas andalan untuk perbaikan ekonomi petani di Magetan, namun permasalahan yang sering dihadapi petani adalah masalah harga jual ubijalar yang tidak stabil.

Harga jual ubijalar segar pada tahun 2015 pernah mencapai Rp2000/kg, sehingga cukup menguntungkan bagi petani. Namun saat ini harga jual ubijalar sangat rendah yaitu hanya berkisar antara Rp500–1000.

Oleh karena itu dirasa perlu mulai memikirkan alternatif cara mengelola hasil panen ubijalar, sehingga jika harga jual umbi segar anjlok petani tidak mengalami kerugian. Petani ubijalar selain menguasai teknologi budidaya, sebaiknya petani juga juga harus menguasai agribisnis untuk memperoleh pasar yang lebih luas dan teknologi pengolahan hasil dengan membuat produk olahan ubijalar.

Pada saat harga anjlok, petani ubijalar dapat mengolah hasil panennya menjadi pasta, mie, tepung, atau sawut kering sehingga tahan disimpan lama, atau diolah menjadi aneka kue yang nilai jualnya tinggi.

Panen ubijalar Varietas Korea dengan hasil sekitar 40 t/ha, Pemaparan teknik budidaya, pengenalan varietas unggul baru, dan sekilas informasi tentang penanganan pascapanen ubijalar oleh Ir. Tinuk Sriwahyuni, M.P., dan penyerahan publikasi (juknis dan leaflet) kepada ketua Kelompok Tani “Bangun Tani”.

Panen ubijalar Varietas Korea dengan hasil sekitar 40 t/ha, Pemaparan teknik budidaya, pengenalan varietas unggul baru, dan sekilas informasi tentang penanganan pascapanen ubijalar oleh Ir. Tinuk Sriwahyuni, M.P., dan penyerahan publikasi (juknis dan leaflet) kepada ketua Kelompok Tani “Bangun Tani”.