Berita » Partisipasi Balitkabi pada FFD Pengembangan Ubijalar di Pacet, Mojokerto

Pacet merupakan salah satu sentra produksi ubijalar dari Kabupaten Mojokerto yang memiliki agroekosistem sangat sesuai untuk budidaya ubijalar. Pola tanam petani dilahan sawah pada umumnya adalah padi – padi – ubijalar.

Petani otomatis menanam ubijalar setiap tahunnya setelah menanam padi dua kali, oleh karena itu Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur sangat tepat memilih Kecamatan Pacet sebagai wilayah target pengembangan ubijalar yang layak diberi fasilitas.

Kegiatan temu lapang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada area lahan Kelompok Tani Bara’an Tani, Desa Cepoko Limo, pada tanggal 31 Oktober 2016 bertepatan dengan panen raya.

Peserta temu lapang terdiri dari para petani peserta kegiatan pengembangan ubijalar, petugas PPL wilayah setempat, aparat desa, petugas dari Angkatan Darat, dan Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan pengembangan ubijalar yang difasilitasi oleh Dinas Pertanian Provinsi Jatim yang dilaksanakan oleh Kelompok Tani Bara’an Tani mencapai areal lahan seluas 2 ha, menggunakan varietas unggul baru Beta 3.

Hasil panen menunjukkan bahwa Varietas Beta 3 cukup disukai oleh petani karena rasa umbinya enak (manis dan kesat) tidak seperti ubijalar berwarna oranye yang pada umumnya tidak kesat (‘mblenyek’). Selain itu, produktivitas Beta 3 cukup tinggi, pada umur panen sekitar 4,5 bulan mencapai 37 t/ha.

Peneliti ubijalar Balitkabi yaitu Ir. Tinuk Sriwahyuni, M.P., pada kesempatan tersebut menyampaikan materi penerapan teknologi budidaya dan lebih menekankan pada aspek pemilihan varietas, karena petani dinilai sudah cakap dalam menerapkan komponen teknologi lainnya.

Sebelum memulai usahataninya, petani dianjurkan memilih varietas yang dinilai menguntungkan antara lain mudah dalam pemasaran hasil, bernilai jual tinggi dan produktivitasnya cukup baik. Sebagai contoh, nilai jual ubijalar ungu yang kaya antosianin relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan umbi putih.

Seharusnya, Varietas Beta 3 yang berumbi oranye mirip wortel (memiliki kadar betakaroten atau provitamin A tinggi) serta memiliki bahan kering tinggi juga bernilai jual tinggi. Selain Beta 3, lahan petani di sekitar kegiatan pengembangan juga ditanami varietas unggul lain yang dilepas oleh Balitkabi seperti Antin 3, Beta 2 dan Sari.

Selain teknik budidaya yang baik, petani sebaiknya juga menguasai teknologi pengolahan hasil. Pada saat harga anjlok, petani ubijalar sebaiknya dapat mengolah hasil panennya menjadi aneka produk yang tahan disimpan lama, seperti keripik, mie, tepung, sawut kering, atau diolah menjadi aneka kue yang memiliki nilai jual tinggi.

Panen ubijalar Varietas Beta 3 dengan hasil sekitar 37 t/ha (kiri), Pemaparan teknik budidaya, pengenalan varietas unggul baru, dan sekilas informasi tentang penanganan pascapanen ubijalar oleh Ir. Tinuk Sriwahyuni, M.P. (kanan).

Panen ubijalar Varietas Beta 3 dengan hasil sekitar 37 t/ha (kiri), Pemaparan teknik budidaya, pengenalan varietas unggul baru, dan sekilas informasi tentang penanganan pascapanen ubijalar oleh Ir. Tinuk Sriwahyuni, M.P. (kanan).

TSW