Berita » Partisipasi Balitkabi pada Persiapan Gelar Teknologi Penas 2017 di NAD

Penas (Pekan Nasional) atau sering disebut farmer day merupakan perhelatan akbar bagi petani dan nelayan. Tidak hanya untuk memamerkan produk dan teknologi, penas juga merupakan wadah konsolidasi, tukar menukar informasi, apresiasi, kemitraan, serta promosi hasil pertanian, perikanan, perkebunan, dan kehutanan. Tahun ini, Penas XV akan diselenggarakan di kota Banda Aceh pada tanggal 6−11 Mei 2017.

Ajang Penas juga merupakan momen penting bagi Balitkabi untuk memamerkan dan menyebarluaskan inovasi berupa gelar teknologi (geltek) unggulan aneka kacang dan umbi. Pada Penas kali ini, Balitkabi berpartisipasi dengan menampilkan varietas dan galur harapan terbaru kedelai. Varietas kedelai yang akan ditampilkan adalah Dena 1, Dering 1, Demas 1, Deja 1, Deja 2, Devon 1, dan Galur Harapan (GH) Karat-13, GH Glycin-13, GH Glycin-5. Keunggulan kedelai-kedelai tersebut diantaranya memiliki potensi hasil hingga 3,71 t/ha, kandungan isoflavon tinggi, toleran terhadap cekaman abiotik (toleran pada kondisi naungan, lahan masam, kekeringan, salinitas) dan cekaman biotik (toleran penyakit karat, hama ulat grayak). Kedelai tersebut akan ditanam dengan pola tanam monokultur dan tumpangsari dengan jagung.

penas

Kegiatan tanam kedelai (kiri) dan kegiatan penyiraman (kanan).

Lokasi Geltek berada di belakang Stadion Harapan Bangsa Aceh, Jalan Sultan Malikul Shaleh, Lhong Raya, Banda Raya, Kota Banda Aceh. “Bertanam kedelai di lokasi tersebut, terbilang cukup sulit karena kondisi tanah yang kering dan sangat keras,” kata Ir. Abdullah Taufiq, M.P. selaku komandan Geltek Penas Balitkabi. Kondisi air dari sumur bor pun ternyata mengandung garam dengan nilai DHL berkisar antara 1,2‒2,5 dS/m. Walaupun dengan kondisi yang terbatas, tim Balitkabi tidak pantang menyerah. Penyiraman tetap harus dilakukan walaupun dengan mengambil air dari sungai dengan bantuan pompa. Semoga kedelai yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan hasil yang maksimal dengan harapan petani yang datang di Penas XV tertarik dan dapat mengembangkan di daerah asalnya.

 

AT/RTH