Berita » Pasuruan Ingin Kembali Menjadi Sentra Kedelai di Jawa Timur

Jawa Timur merupakan Provinsi terbesar penghasil kedelai di Indonesia diantara Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh dan Nusa Tenggara Barat. Tahun 2014 target Perluasan Areal Tanam (PAT) kedelai, seluas 74.000 ha hingga Oktober 2014 sudah mencapai areal tanam 51.000 ha dan sisanya akan di tanam pada musim hujan 2014, demikian keterangan dari Kepala Dinas Pertanian Pangan Provinsi Jawa Timur Dr. Wibowo Eko Putro. Selanjutnya beliau mengatakan bahwa target tersebut Insya Allah akan terpenuhi pada musim tanam Oktober/Nopember di Lahan Kering. Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf, SE sangat mendukung program PAT Kedelai untuk mengembalikan Pasuruan sebagai sentra produksi kedelai di Jawa Timur, kata Bupati pada saat menandai panen raya kedelai di Desa Ngerong, Kecamatan Gempol Kabupaten Pasuruan pada tanggal 6 Oktober 2014. Panen raya kedelai ini di hadiri oleh sekitar 1000 orang yang terdiri dari petani, penyuluh, pejabat SPKPD daerah dan Pejabat Kementerian Pertanian antara lain Dirjen Tanaman Pangan yang di wakili Oleh Dr. Maman Suherman (Direktur Budidaya Aneka Kacang dan umbi), Kepala Badan Litbang Pertanian yang di wakili oleh Dr. Didik Harnowo (Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi), Ir. Pending Dadi Permana, M.Ec. Dev. Direktur Pasca Panen yang sekaligus Plt Direktur Perlindungan Tanaman, serta hadir pula peneliti senior Balitbangtan Prof. Dr. Marwoto, Prof. Dr. Cholil Mahfud dan Dr. Yusmani Prayogo. Program PAT Kedelai di Kabupaten Pasuruan seluas 5000 ha, dan kini telah terlaksana sekitar seluas 3000 ha dengan menggunakan varietas Wilis dengan full paket (benih dan pupuk) bantuan dari Pemerintah. Hasil ubinan kedelai yang di panen Bupati mencapai 2,1 t/ha, hasil ini jauh lebih tinggi dari rata-rata produktivitas Nasional yang hanya 1,4 t/ha. Secara Nasional program PAT kedelai telah mencapai 80% dari target 340.000 ha dan diperkirakan akan semakin meningkat dengan tambahan pertanaman kedelai pada musim hujan 2014 di lahan kering, demikian keterangan dari Dr. Maman Suherman Direktur Buakabi. Dalam temu wicara, salah satu petani bapak Zainul Arifin dari Desa Beji menginginkan harga kedelai dapat dinaikkan menjadi Rp 8.000,- per kg ditingkat petani, keinginan kenaikan harga ini agar nilai jual kedelai lebih baik dengan komoditas lainnya. Seperti diketahui bahwa areal PAT kedelai di Desa Ngerong, kedelai menggantikan kacang hijau pada pola Padi–Padi–Kacang Hijau.


Prosesi panen raya PAT kedelai, bantuan traktor oleh Bupati Pasuruan dan pameran produk pupuk,
agens hayati produk kelompok tani dan produksi olahan pangan dari bahan baku kedelai

Marwoto