Berita » Pedoman Umum PTT Kacang Tanah

Partisipasi aktif penyuluh, petani merupakan kunci utama keberhasilan penerapan PTT (foto: kegiatan PTT kacang tanah di lahan kering masam Lampung tahun 2009)

KOMPONEN TEKNOLOGI DASAR

1. Varietas Unggul Baru (VUB)

  • Pilih varietas yang paling sesuai dengan agroekosistem setempat, berdaya hasil tinggi dan sesuai dengan permintaan pengguna.
  • Varietas kacang tanah terbaru, sebagian sudah memenuhi permintaan pengguna, seperti varietas Jerapah, Kancil, Bison, Tuban (berbiji 2), Bima (berbiji 3-4). Daftar contoh varietas unggul terlampir.
Bison

Bison

Kancil

Kancil

Tuban

Tuban

Bima

Bima

Jerapah

Jerapah

Singa

Singa

Contoh Varietas unggul kacang tanah

2. Benih Bermutu dan Berlabel

  • Benih bermutu adalah benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi (>90%), identitas varietas jelas, vigor baik, sehat dan bernas. Pada umumnya, benih bermutu ditunjukkan dengan berlabel.
  • Benih bermutu akan menghasilkan tanaman yang sehat dengan perakaran lebih banyak sehingga pertumbuhannya akan lebih cepat dan merata, serta polong lebih banyak.

Keragaan pertanaman varietas unggul  kacang tanah  yang bersumber dari benih yang bermutu.

Keragaan pertanaman varietas unggul kacang tanah yang bersumber dari benih yang bermutu.


3. Pengolahan Tanah

  • Pada tanah dengan struktur remah tidak perlu pengolahan tanah, atau dengan olah tanah minimal (pada barisan yang akan ditanami).
  • Pada tanah dengan struktur padat, perlu pengolahan tanah hingga diperoleh struktur yang remah kemudian diratakan.
  • Gulma atau sisa tanaman harus dibersihkan pada saat atau sesudah pengolahan tanah.

Dengan pengolahan tanah yang baik akan menciptakan kondisi tanah yang baik untuk perkembangan akar dan polong kacang tanah.

Dengan pengolahan tanah yang baik akan menciptakan kondisi tanah yang baik untuk perkembangan akar dan polong kacang tanah.


4. Pembuatan Saluran Drainase

  • Saluran drainase dibuat bila menanam kacang tanah pada lahan sawah atau lahan kering yang diperkirakan akan kebanyakan air.
  • Saluran drainase berfungsi membuang kelebihan air agar tidak menggenang, atau untuk saluran air irigasi.
  • Jarak antar saluran ditentukan oleh kondisi lahan dan tanah, umumnya 3 – 4 m, dengan lebar dan kedalaman sekitar 30 cm.
  • Pada tanah berat jarak antar saluran dibuat setiap 2 m.

Dengan saluran drainase yang baik akan menjamin pertumbuhan tanaman yang baik.

Dengan saluran drainase yang baik akan menjamin pertumbuhan tanaman yang baik.


5. Pengaturan Populasi Tanaman

  • Populasi tanaman 160.000 – 250.000 tanaman/ha
  • Tanam menggunakan tugal atau mengikuti alur bajak.Jarak antar baris 40 cm dan dalam baris 10 – 15 cm, 1 biji per lubang.
  • Setelah benih ditanam harus segera ditutup dengan tanah.

Tanam teratur dengan tugal atau mengikuti alur bajak menghemat  benih hingga 30%, serta memudahkan penyiangan  dan pembumbunan.

Tanam teratur dengan tugal atau mengikuti alur bajak menghemat benih hingga 30%, serta memudahkan penyiangan dan pembumbunan.


6. Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) dan Gulma

Tahapan pelaksanaan pengendalian hama berdasar pendekatan Pengendalian Hama Terpadu (PHT):

  • Identifikasi jenis dan penghitungan tingkat populasi hama.
  • Menentukan tingkat kerusakan tanaman akibat hama.
  • Taktik dan teknik pengendalian:
    • Mengusahakan tanaman sehat
    • Pengendalian hayati
    • Penggunaan varietas tahan
    • Mekanik
    • Fisik
    • Senyawa semi-kimia (hormon)
    • Pestisida
Empoasca

Empoasca

Thrips

Thrips

Aphis

Aphis

Ulat grayak

Ulat grayak

Hama yang biasa menyerang pada tanaman kacang tanah.

Tahapan pelaksanaan pengendalian penyakit berdasarkan pendekatan Pengendalian Penyakit Terpadu

  • Identifikasi jenis penyakit
    • Cendawan
    • Bakteri
    • Virus
  • Menentukan tingkat kerusakan tanaman akibat penyakit
  • Taktik dan teknik pengendalian:
    • Mengusahakan tanaman sehat
    • Pengendalian hayati
    • Penggunaan varietas tahan
    • Mekanik
    • Fisik
    • Pestisida (fungisida, bakterisida)
Bercak daun

Bercak daun

Karat daun

Karat daun

Layu bakteri

Layu bakteri

Layu jamur

Layu jamur

Beberapa penyakit yang biasa menyerang pada kacang tanah

Tahapan pelaksanaan pengendalian gulma berdasarkan pendekatan Pengendalian Gulma Terpadu

  • Identifikasi jenis gulma:
    • Rumput
    • Teki
    • Daun lebar
  • Menentukan tingkat populasi gulma
  • Taktik dan teknik pengendalian:
    • Cara mekanis
    • Kultur teknis
    • Pengendalian biologi
    • Kimiawi (Herbisida)
    • Terpadu kombinasi komponen p
      engendalian gulma

Pengendalian gulma dengan herbisida kontak saat tanaman umur 45 hari (foto Hari P)

Pengendalian gulma dengan herbisida kontak saat tanaman umur 45 hari (foto Hari P)

Prinsip Pengendalian gulma:

  • Pengendalian gulma setidaknya dilakukan dua kali, yaitu umur 15-20 hari dan umur 40-45 hari.
  • Periode kritis terhadap gulma adalah umur 5-45 hari.
  • Pengendalian gulma ke-I hendaknya diselesaikan sebelum tanaman berbunga.
  • Hindari melakukan pengendalian gulma pada periode masuknya ginofor ke dalam tanah (umur 30-35 hari).
  • Pengendalian gulma dapat dilakukan secara manual maupun dengan herbisida.

Pengendalian gulma secara manual (foto: Hari P)

Pengendalian gulma secara manual (foto: Hari P)

Pengendalian gulma dengan herbisida kontak saat tanaman umur 20 hari (foto: Hari P)

Pengendalian gulma dengan herbisida kontak saat tanaman umur 20 hari (foto: Hari P)

Pengendalian gulma dengan herbisida kontak saat tanaman umur 45 hari (foto Hari P)

Pengendalian gulma dengan herbisida kontak saat tanaman umur 45 hari (foto Hari P)