Berita » Pekarangan Rumah Pun Ditanami Kedelai

Binangun

Optimalisasi penggunaan lahan di kawasan Kecamatan Binangun dan Wates di Blitar tidak diragukan lagi. Pada awal musim penghujan, lahan ditanami lombok dan kemudian ditumpangsisipkan dengan jagung dan kedelai. Ketika jagung dan kedelai dipanen, sebagian petani menanam kacang hijau. Yang menarik di kawasan tersebut adalah kedelai menjadi primadona petani. Pantauan oleh pemulia Balitkabi (Dr. M. Muchlish Adie, MS dan Arifin) pada tanggal 7 Mei 2013, di kedua kecamatan tersebut saat ini sedang berlangsung panen raya kedelai. Pada saat seperti ini, halaman rumah terisi dengan kedelai yang sedang dikeringkan; mesin perontok kedelai juga terus berpindah dari satu rumah kerumah lainnya. Yang menakjubkan yaitu pekarangan rumah petani juga ditanami kedelai. Hampir seluruh petani menanam varietas Anjasmoro. Salah satu alasan yang disampaikan oleh petani yaitu hasil bijinya tinggi dan kualitas bijinya baik (berukuran besar). Tetapi yang menarik dari kebiasaan petani adalah memanen kedelai ketika batang dan daun kedelai benar-benar kering. Varietas Anjasmoro, kelebihan lainnya yaitu polongnya tidak mudah pecah. Artinya, pilihan petani pada varietas Anjasmoro memang tidak salah. Harga kedelai saat ini berkisar antara Rp 7.000 hingga Rp 7.500 per kg, harga yang ideal bagi petani. Menyebarnya varietas Anjasmoro tidak terlepas dari peran penangkar benih yang ada di Binangun, Bapak Sugito yang terus berkomunikasi dengan Balitkabi dan selalu mendapatkan benih sumber kedelai dari UPBS Balitkabi. Kelompok tani Sumber Makmur, sebagai salah satu kelompok pelaksana SL-PTT kedelai, menyampaikan bahwa areal kedelainya mencapai 20 ha dengan jumlah 45 petani. Petani dari kelompok Sumber Makmur masih berharap kualitas benih untuk SL-PTT harus sebaik mungkin. Penyuluhan dianggap sudah sangat memadai. Selama musim tanam kedelai ini, hampir 10 kali penyuluh memberikan penyuluhan tentang budidaya kedelai. Kedelai memang mampu memberikan pendapatan dan menyuburkan lahan.MMA/Eriy