Berita ยป Pelatihan Budidaya Kedelai di Kawasan Hutan Jati Boyolali Jawa Tengah

boyolali_1_a

Hutan sebagai penyangga pangan nasional memiliki nilai strategis, termasuk untuk tanaman kedelai. Apalagi tingkat konversi lahan pertanian untuk keperluan non-pertanian terus meningkat. Karenanya perluasan areal tanam akan menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan produksi kedelai nasional. Diantaranya adalah dengan memanfaatkan ruang tumbuh di bawah tegakan tanaman jati.

Pelatihan Budidaya Kedelai di Kawasan Hutan Jati merupakan kegiatan pengembangan dari hasil demfarm budidaya kedelai di Ngawi tahun 2011-2012 yang dikembangkan di KPH Telawa Kabupaten Boyolali. Demfarm budidaya kedelai di kawasan hutan jati di KPH Telawa seluas 6,5 ha Varietas yang diuji terdiri dari varietas berbiji besar varietas Anjasmoro, Grobogan dan Argomulyo. Kondisi pertumbuhan tanaman kedelai di antara tegakan jati umur 2-3 tahun menunjukkan keragaan pertumbuhan yang cukup baik. Demfarm budidaya kedelai di kawasan hutan jati ini di danai oleh Badan Litbang Pertanian yang pelaksanaannya dipercayakan kepada BPTP Jawa Tengah dan Balitkabi yang bekerjasama dengan Perum Perhutani I Jawa Tengah.

Kegiatan pendukungkung untuk meningkatkan kemampuan dan ketrampilan petani LMDH dan petugas lapang Perhutani, maka di selenggarakan Pelatihan Budidaya Kedelai di kawasan hutan Jati. Pelatihan diselengggarakan pada tanggal 3 Mei 2012, di KPH Telawa, Boyolali, peserta pelatihan 70 orang terdiri dari petani LMDH dan Mandor/petugas Perhutani KPH Telawa dari Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen dan Kabupaten Grobogan. Materi pelatihan yang diberikan adalah : 1) Pengelolaan lahan perhutani (Kepala KPH Telawa), 2) Teknik Budidaya kedelai di kawasan hutan jati (Prof. Dr. Marwoto, Balitkabi), 3) Identifikasi hama dan penyakit kedelai (Dr. Yusmani, Balitkabi), 4) Konservasi lahan hutan (Ir Suprapto MS, BPTP Jawa Tengah), 5) Analisis usaha tani kedelai (BPTP Jawa Tengah), dan 6) Kunjungan lapang kedelai di bawah tegakan Jati.

Pelatihan di buka oleh kepala BPTP Jawa Tengah Dr. Tri Sudaryono di damping Prof. Dr. Marwoto (Balitkabi), Kepala KPH Telawa dan Perwakilan dari Perum Perhutani I Jawa Tengah. Kepala BPTP Jawa Tengah dalam kata sambutannya menyatakan bahwa terobosan penanaman kedelai di hutan jati perlu di lakukan karena potensi lahan di kawasan hutan jati muda cukup luas dan dapat ditanami kedelai tanpa mengganggu tanaman jati, bahkan dapat menyuburkan lahan hutan. Sambutan dari Perum Perhutani I Jawa Tengah mengemukakan bahwa pada tahun 2013 di targetkan penanaman kedelai di hutan jati mencapai 800.000 ha, oleh karena itu Demfarm kedelai di kawasan hutan jati dan pelatihan budidaya kedelai di kawasan hutan jati sangat tepat.

Prof. Dr. Marwoto (Balitkabi) menyampaikan materi pelatihan budidaya kedelai di kawasan hutan jati dan
Dr. yusmani Prayogo Menyampaikan materi identifikasi hama dan penyakit kedelai serta cara pengendaliannya (Balitkabi)

Kepala BPTP Jawa Tengah Dr. Tri Sudaryono , bersama petani LMDH dan Petugas Perhutani KPH Telawa, Jawa Tengah.