Berita » Pelatihan PTT Kedelai di DIY: Balitkabi Sebagai Nara Sumber

1-ptt-3

Tidak luas, tapi bersemangat, itulah gambaran pelaksanaan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) kedelai di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi DIY, Ir. Nanang Suwandi MMA, dalam arahannya pada saat pembukaan Pelatihan Teknologi PTT Kedelai di Bantul pada tanggal 10 Mei 2012 menyebutkan bahwa luas tanam kedelai 2012 di DIY seluas 31,370 ha. Ka Diperta DIY mengatakan bahwa produksi kedelai sejak dulu berfluktuasi, benih selalu bermasalah apalagi harga kedelai selalu menjadi kendala, terus kedepan bagaimana? Namun demikian, sebagai aparat pemerintah, kita harus tetap bersemangat melayani petani.

Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala BPTP DIY, Dr. Sudarmadji. Pelatihan ini sebagai refreshing, untuk mengingat, berdiskusi dan mengoperasionalkan di lapang.  Apalagi pelatihan hari ini sangat istimewa, ikut hadir Kepala Diperta DIY dan nara sumber yang kompeten, Ka Balitkabi Dr Muchlish Adie, Prof. Dr. Marwoto dan Dr. Titik Sundari. Pelatihan diikuti oleh 40 penyuluh dan THL sebanyak 40 orang yang berasal dari Kabupaten Gunung Kidul, Bantul dan Kulon Progo.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan DIY memberikan pengarahan kepada peserta pelatihan PTT kedelai

Kepala Balitkabi, yang menyampaikan dukungan litbang untuk pelaksanaan PTT kedelai mengemukakan tugas dan sinergisitas antar komponen baik di tingkat pusat maupun daerah.  Salah satu kendala adalah mutu benih PTT kedelai yang selalu terlambat datangnya dan mutu benih kurang baik, hal ini banyak ditanyakan oleh para penyuluh. Akhirnya, petani menggunakan benih asalan. Terdapat usulan bagaimana menggunakan varietas yang sudah ada dan telah berkembang melalui jabalsim, sehingga mutu benih tetap terjaga dan tepat waktu.  Prof. Marwoto mengingatkan kembali tentang filosofi SLPTT Kedelai, secara rinci dan gamblang.  Pak Marwoto juga memaparkan pengelolaan dan pengenalan hama penyakit kedelai, kuncinya harus kenal perilaku serangga hama.  Pendamping SLPTT Kedelai untuk provinsi DIY yang sekaligus pemulia kedelai, Dr. Titik Sundari memaparkan pengenalan varietas kedelai dirangkai dengan tatakelola benih kedelai bermutu.

Dari kiri Kepala Balitkabi Dr. M. Muchlish Adie, Prof. Dr. Marwoto dan Dr. Titik Sundari sebagai nara sumber pada pelatihan SLPTT Kedelai di Provinsi DIY.

Peserta pelatihan masih banyak mendiskusikan tentang pengelolaan benih bermutu.  Karena memang benih masih menjadi kendala besar pelaksanaan PTT Kedelai selama ini.  Bahkan, penyuluh dari Gunung Kidul, Bpk Unjoyo, menanyakan kedelai yang toleran untuk ditumpangsarikan dengan  tanaman tahunan seperti jati dan sebagainya. Beliau juga menanyakan varietas Argopuro, karena kunjungan ke web Balitkabi, varietas Argopuro cukup toleran terhadap naungan. Bahkan menurut Pak Unjoyo, pedoman umum teknologi aneka kabi juga diunduh dari web Balitkabi. Bukan main penyuluh kita sekarang ini. Selamat bekerja rekan-rekan penyuluh, semoga produksi kedelai di DIY terus melaju dan meningkat. Amin.