Berita » Pelatihan PTT Kedelai untuk Penyediaan Benih

a_ptt-jogja-1

Tugas peneliti/penyuluh pendamping Balai Penerapan Teknologi Pertanian (BPTP) DI Yogyakarta adalah pendampingan pelaksanaan SLPTT kedelai. Target SLPTT kedelai pada tahun 2012 seluas 7.000 ha, dan meningkat dengan pesat menjadi 32.000 ha padatahun 2013.Ini merupkan pekerjaan cukup berat dan memerlukan sinergi dari berbagai pihak yang berkepentingan untuk mensukseskan program pengembangan produksi kedelai di DI Yogyakarta. Dinas Pertanian Tanaman Pangan DI Yogyakarta pada bulan Desembar 2012 menerima bantuan benih kedelai kelas FS dari Menteri Pertanian sebanyak 1 ton. Benih diserahkan saat pencanangan Gerakan Tanam Kedelai Nasional di Aceh Timur. Berdasarkan pengalaman pelaksanaan SLPTT dari tahun ke tahun terdapatbeberapa kendala. Kendala utama adalah ketersediaan benih. Oleh karena itu pendampingan BPTP dalam pelaksanaan SLPTT pada tahun 2013 diarahkan pada penguasaan materi perbenihan, demikian kata Dr. Sudarmadji Kepala BPTP dalam sambutan pembukaan Pelatihan PTT kedelai dengan topik khusus pengelolaan benih kedelai, yang diselenggarakan pada 30 April 2013 di Jogjakarta. Peserta pelatihan sejumlah 70 orang terdiri dari Penyuluh Lapang Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Peneliti dan Penyuluh BPTP dan penangkar benih.

Dr. Sudarmaji Kepala BPTP DI Yogyakarta dan Nara Sumber dari Balitkabiserta peserta pelatihanBertindak sebagai nara sumber adalah: 1) Dinas Pertanian DI Yogyakarta dengan materi: Benih kedelai di DI Yogyakarta, kebutuhan dan sumber benih kedelai, 2) Penangkar Benih Kedelai DI Yogyakarta dengan materi: Pengalaman dalam memproduksi benih kedelai, 3) Bpk Irfan petani Gunung Kidul dengan materi: Pengalaman dalam budidaya kedelai dan penyimpanan benih kedelai. Untuk nara sumber lembaga penelitian adalah 1) Dr Novita Nugrahaeny dari Balitkabi dengan materi: Prosesing dan penyimpanan benih kedelai, 5) Dr. Titik Sundari (Ballitkabi) dengan materi: Varietas kedelai, dan 6) Prof. Dr. Marwoto (Balitkabi) dengan materi: Hama dan Penyakit kedelai.

Dr. Novita Nugrahaeny dan Prof. Dr. Marwoto peneliti Balitkabi pendamping SLPTT JogyakartaPenyuluh peserta pelatihan merespon dengansangat positif dan tertarik dengan masalah perbenihan kedelai karena selama ini kualitas benih yang diterima kurang baik. Proses Jalur benih Antar-Lapang dan Antar-Musim (Jabalsim) sudah lama dilakukan oleh petani kedelai di DI Yogyakarta, oleh karena itu perlu adanya program revitalisasi kemandirian benih kedelai melalui pendekatan sistem Jabalsim.Prof Marwoto/AW