Berita » Peluang dan Tantangan Pengembangan Ubikayu di Indonesia

uk

Indonesia merupakan penghasil ubikayu terbesar di dunia. Akan tetapi pada saat yang sama, Indonesia juga menjadi pengimpor ubikayu terbesar di dunia. Kondisi ini tentu cukup memprihatinkan karena Indonesia memiliki lahan potensial cukup luas untuk pengembangan ubikayu. Untuk menjawab masalah tersebut, peneliti senior ubikayu, Ir. Budhi Santoso Radjit, MP berusaha memaparkan permasalahan mengapa Indonesia belum mampu memenuhi permintaan ubikayu. Pemaparan kajian tersebut disampaikan pada seminar intern di Aula Balitkabi, Senin (13/4), yang diikuti oleh kepala Balai, Pejabat struktural, para peneliti dan teknisi Balitkabi. Dalam paparannya Pak Budi menyatakan bahwa rendahnya produksi ubikayu secara nasional disebabkan oleh beberapa alasan antara lain pengembangan ubikayu umumnya dilakukan di lahan marginal sehingga produksinya rendah; bubidaya ubikayu di tingkat petani umumnya dilakukan secara sederhana, jarak tanam terlalu rapat, tidak dipupuk secara intensif, dan tidak dilakukan pengendalian hama dan penyakit secara intensif sehingga produksinya kurang maksimal. Selain itu adanya mitos bahwa ubikayu merupakan tanaman rakus unsur hara sehingga apabila ditanam terus menerus menyebabkan lahan menjadi tidak subur. Harga yang tidak ada jaminan juga menyebabkan petani lebih memilih komoditas lain untuk dibudidayakan seperti sawit atau karet pada tanah marginal rawa dan kering serta padi atau jagung pada lahan sawah. Untuk meningkatkan kembali gairah petani menanam ubikayu, pak Budi menyarankan agar pengembangan ubikayu sebaiknya dilakukan dengan cara tumpang sari baik dengan tanaman tahunan maupun tanaman semusim. Berdasarkan penelitiannya di hutan jati, hutan karet, hutan sawit, dan hutan kelapa, ubikayu di bawah tegakan tanaman tahunan tersebut, ubikayu masih mampu menghasilkan ubikayu cukup tinggi: 25 hingga 33 t/ha. Hasil ini tentu cukup menarik karena ubikayu masih mampu berproduksi tinggi meskipun di bawah tegakan. Luasnya daerah hutan jati, karet, sawit dan kelapa di Indonesia menjadi lahan potensial untuk pengembangan ubikayu sehingga Indonesia mampu menjadi Negara swasembada ubikayu.


Gambar 1. Keragaan tanaman ubikayu dibawah tegakan pohon jati (a) dan pohon karet (b)


Gambar 2. Keragaan tanaman ubikayu di bawah tegakan tanaman sawit (a) dan pohon kelapa (b)
Sutrisno/AW