Berita » Peluang Memperoleh Sumber Gen Kedelai Tahan Cekaman Salinitas melalui Evaluasi SDG

Gambar 1. Evaluasi SDG kedelai terhadap Salinitas.

Gambar 1. Evaluasi SDG kedelai terhadap Salinitas.

Cekaman salinitas berpengaruh terhadap pertumbuhan kedelai sejak fase perkecambahan hingga fase generatif. Hingga tahun 2017, belum ada varietas kedelai yang dilepas untuk ketahanan terhadap cekaman salinitas. Varietas kedelai toleran cekaman salinitas merupakan komponen utama budi daya kedelai pada lahan salin. Untuk mendapatkan varietas kedelai toleran cekaman salinitas diperlukan sumber gen tahan/toleran. Beberapa hal tersebut yang melatar belakangi Ir. Abdullah Taufiq, M.S. melakukan penelitian dengan judul “Evaluasi Ketahanan Sumber Daya Genetik (SDG) Kedelai terhadap Cekaman Salinitas” yang dipresentasikan pada seminar Intern Balitkabi pada 9 Maret 2018 di Aula Balitkabi.

Penelitian yang dilakukan pada Juli hingga Oktober 2017 di lahan salin Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan 400 aksesi kedelai koleksi plasma nutfah Balitkabi terhadap cekaman salinitas.

Hasil penelitian menunjukkan: 1) Sembilan aksesi kedelai (MLGG 259, MLGG 0020, MLGG 169, MLGG 490, MLGG 706, MLGG 696, MLGG 507, MLGG 340, dan MLGG 0080) berpeluang sebagai sumber gen kedelai tahan terhadap salinitas dengan DHL 11-14 dS/m, 2) 25 varietas berpeluang tahan salinitas hingga DHL 7 dS/m, 3) Sinabung, Dena 1, dan Lokon berpeluang tahan salinitas hingga DHL sekitar 11 dS/m, 4) Dieng, Detam 2, dan Tidar berpeluang tahan salinitas hingga DHL sekitar 13 dS/m, 5) 20 Aksesi terindikasikan peka cekaman salinitas (DHL <7 dS/m), 6) tujuh varietas (Mutiara, Rajabasa, Gamasugen 2, Nanti, Gema, Raung, dan Muria) dan 4 aksesi (MLGG 26, MLGG 345, MLGG 492 dan MLGG 500) mengindikasikan sangat peka cekaman salinitas (DHL 4-5 dS/m).

Gambar 2. Gejala keracunan akibat salinitas pada 45 HST.

Gambar 2. Gejala keracunan akibat salinitas pada 45 HST.

Pada akhir presentasinya Ir. Abdullah Taufiq, M.S. menyampaikan bahwa evaluasi tingkat ketahanan aksesi kedelai terhadap salinitas harus dilakukan dalam satu siklus hidup tanaman (sampai panen), dan tidak cukup hanya dilakukan pada fase-fase pertumbuhan tertentu. Hal ini berkaitan dengan efek akumulasi garam yang semakin tinggi dengan makin bertambahnya umur tanaman. Seleksi untuk ketahanan terhadap cekaman salinitas dapat dilakukan pada salinitas minimal 10 dS/m. Antusias peserta seminar saat sesi diskusi cukup tinggi, banyak pertanyaan dan saran yang diajukan oleh para peneliti seputar cekaman salinitas.

salin2

WR