Berita » Pemakalah pada 8th ICEAE di Singapura

Pemakalah utama.

Pemakalah utama.

Pemakalah utama.

Pemakalah utama.

International Conference on Environmental and Agriculture Engineering (ICEAE 2018) ke 8, dilaksanakan di National University of Singapore (NUS) dari tanggal 26–28 Juli 2018. Peneliti Balitkabi (Muchlish Adie) berpartisipasi sebagai salah satu pemakalah pada forum internasional tersebut.

ICEAE diawali dengan penyampaian tiga makalah utama: (1) On-farm water conservation and water management conundrum in irrigated agriculture (Prof. Khaled M. Bali, University of California, San Diego USA), (2) Feasibility of producing flowering potted plants in plant factories: effect of quality, quality shifting and positioning of night interruption in light on flowering, morphogenesis and photoperiodic gene expressions in chrysanthenum (Prof. Byoung Ryong Jeong, Gyongsang National University, Republic of Korea), dan (3) Closed materials looped agricultural waste in a sustainable society (Prof. Orawan Siriratpiriya, Aquatic Resources Research Institute, Chulalongkorn University, Bangkok Thailand).

Makalah dari Balitkabi yang disampaikan pada ICEAE adalah Characterization of Adaptive and Productive Soybean Genotypes in Dry Land of Kalimantan (Indonesia). Penelitian dilaksanakan pada tahun 2017 di dua lokasi lahan kering masam di Kalimantan Selatan. Dana penelitian bersumber dari Program KP4S Balitbangtan tahun 2017. Teridentifikasi satu galur harapan hasil seleksi Balitkabi yang adaptif di lahan kering masam dan juga memiliki karakter tahan pecah polong. Juga diperoleh satu galur harapan hasil seleksi dari Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu yang mampu berdaya hasil tinggi di lahan kering masam. Pertanyaan saat seminar adalah seberapa mampu, varietas kedelai adaptif mampu mengeliminir pengaruh negatif lahan masam untuk mempertahankan hasil biji ideal. Juga ditanyakan kombinasi bahan pembenah tanah dan varietas untuk mengoptimalkan potensi hasil kedelai. Dua galur harapan kedelai tersebut berpeluang dilepas dan dikembangkan pada lahan kering masam di Indonesia.

Sidang kelompok dan persentasi.

Presentasi dan sidang kelompok.

MMA