Berita » Balitkabi Melatih Eks TKW di Malang Selatan

Dalam rangka upaya meningkatkan ketahanan pangan dan mendorong masyarakat Kabupaten Malang sehat dan produktif, Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Malang bekerjasama dengan Kantor Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KP3A) menyelenggarakan pelatihan “Penanganan Pascapanen dan Pengolahan Hasil Umbi-umbian”. Pelatihan dilaksanakan pada Kamis (9/10), di Kantor BPP Kalipare, diikuti 25 peserta terdiri dari ibu-ibu dan remaja putri eks TKW yang berasal dari Kecamatan Kalipare dan Donomulyo. Hadir pula mantri, PPL, POPT, THL dari Balai Penyuluhan Pertanian Kalipare dan staf Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Malang. Peneliti Balitkabi, Rahmi Yulifianti, STP bertindak sebagai nara sumber.
Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Distanbun Kab. Malang, Ir. Meniel Wahyuningsih dalam sambutannya menyebutkan bahwa ubikayu merupakan komoditas utama di Kalipare dan Donomulyo. Saat ini pemanfaatan ubikayu sangat terbatas: digoreng, direbus, dan dibuat kolak saja. Kondisi ini mengakibatkan nilai tambahnya sangat terbatas. Oleh karena itu Bu Meniel berharap, dengan pelatihan ini, kaum ibu mempunyai keterampilan mengolah sumber pangan lokal tersebut menjadi aneka olahan pangan yang beragam, bercitra rasa, dan bernilai ekonomis. Senada Ir. Budi Susilo, perwakilan dari KP3A juga menuturkan kaum ibu merupakan potensi sumber daya yang cukup besar dengan keterampilan dalam rumah tangga yang tidak dimiliki oleh kaum bapak. Anak sebagai generasi penerus sangat membutuhkan kasih sayang ibu. Dalam masa pertumbuhan si anak, peran seorang ibu sangat diperlukan. Oleh karena itu apabila ibu bekerja di luar negeri maka kesempatan si anak untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian ibu akan hilang. Acara pelatihan tersebut diselenggarakan dalam rangka membantu eks TKW yang ada di Kecamatan Kalipare agar memperoleh keterampilan mengolah aneka umbi. Dengan demikian kaum ibu, selain, senantiasa bisa mendampingi putra-putrinya, juga bisa meningkatkan perekonomian keluarga dari hasil penjualan aneka olahan umbi-umbian.
Pada saat paparan materi, Ibu Rahmi menjelaskan beragam jenis ubijalar dan ubikayu, nilai gizi, varietas unggul yang dilepas serta pemanfaatannya menjadi beragam produk olahan. Para peserta dilatih membuat aneka olahan berbahan dasar ubijalar, antara lain: es cream, kue mangkok, onde-onde, dan martabak manis. Selain itu dilatih juga olahan dari ubikayu, antara lain: cassava blanca, singkong keju serta mie dari kimpul. Respon positif terlihat dari semangat para peserta saat terjun langsung dalam praktik olahan tersebut. “Selamat mencoba, jika ada kendala segera hubungi kami, Balitkabi siap membantu”, pesan bu Rahmi.NC/AW

di samping