Berita » Balitbangtan Dorong Pematenan Invensi Aneka Kacang dan Umbi

Salah satu titik lemah posisi Indonesia dalam percaturan internasional adalah rendahnya perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual (HKI). Padahal karya intelektual manusia merupakan potensi ekonomi yang tidak ada habisnya. Untuk meningkatkan dan mempercepat HKI terhadap invensi Balitbangtan, BPATP pada tanggal 23–24 Juni 2014 melakukan Pemanduan dan Mediasi Percepatan Proses Perlindungan HKI di Bogor. Pada saat pembukaan disampaikan bahwa invensi yang diikuti oleh HKI akan meningkatkan daya saing. Di sisi lain, litbang dan perguruan tinggi juga memiliki kewajiban untuk melakukan alih teknologi kepada pengguna. Balitbangtan berkomitmen untuk menigkatkan HKI bagi invensi yang dihasilkan inventor Balitbangtan. Agenda utamanya adalah: (1) penyempurnaan draft dokumen paten dan (2) pemanduan HKI untuk paten dan hak PVT. Penyempurnaan dan pemanduan dilakukan oleh Pemeriksa Paten, PPVTPP, dan Ketua Komisi PVT.
Pembukaan dan sebagian invensi BalitkabiInventor dari Balitkabi yang hadir adalah Ir. Sri Hardaningsih MS, Dr. Yusmani Prayogo, Ir. Erliana Ginting M.Sc, Rahmi Y STP., serta Muchlish Adie. Dua invensi saat ini berada dalam fase penyempurnaan dan telah mendapatkan nomor pendaftaran paten yakni invensi BioLec (Yusmani Prayogo) dan Trichoderma L-8 (Sri Hardaningsih).Proses pemanduan paten untuk inventor Erliana Ginting terdiri dari invensi: (1) Formula dan teknologi proses tiwul instan, (2) Formula es krim ubijalar ungu, (3) Formula dan teknologi proses mie kering ubijalar, dan (4) Formula jus ubijalar orange dan ungu. Sedangkan pemanduan untuk Hak PVT adalah: (1) Varietas kedelai Detam 3 Prida dan Detam 4 Prida (Muchlish Adie) dan (2) Varietas kacang tanah Talam 2 dan Talam 3 (Prof. Astanto Kasno).

MMA/AW