Berita » Pematangan ASP Berbasis Lahan Kering Masam

Pada tahun 2015, Balitbangtan menargetkan rancangbangun 6 ASP yakni di Balingtan, Balitra, Balitsereal, KP Natar BPTP Lampung, KP Sidondo BPTP Sulawesi Tengah, dan ASP Nasional di Cimanggu Bogor. Pematangan rancangbangun ASP KP Natar yang berbasiskan lahan kering masam dilaksanakan di Aula BBSDLP tanggal 10 April 2015, dihadiri oleh perwakilan dari Puslit/BB disertai Balit masing-masing, termasuk tim ASP dari BPTP Lampung.

13-4-15

Pematangan ASP sebagai tindaklanjut pertemuan yang dilaksanakan di KP Natar 4 April 2015. Muchlish Adie dari Balitkabi hadir pada pertemuan tersebut. Keluaran dari pertemuan di BBSDLP adalah terselesaikannya rancangbangun ASP KP Natar baik dari alokasi komoditas, lokasi, luas, biaya yang diperlukan dsbnya.

Sekretaris Balitbangtan, Dr. Agung Hendriadi, memberikan arahan kepada peneliti yang hadir agar tidak hanya memberikan saran berbentuk wacana, tetapi konkritkan secara operasional. Sebagai acuan, Sekretaris Balitbangtan menggambarkan apa-apa yang dilakukan oleh Bandung Techno Park.

Berikan kesan wah, pada saat memasuki gerbang ASP. Disampaikan juga bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan pertemuan ASP ATP internal Balitbangtan. Bahkan direncanakan pada bulan Juni akan dilakukan soft launching untuk 2 ASP dan 2 ATP.

Pematangan masterplan ASP berbasis lahan kering masam, BBSDLP 10 April 2015. ASP KP Natar diisi oleh lintas komoditas. Dari komoditas perkebunan adalah lada, kopi, dan karet. Peternakan adalah sapi dan ayam KUB. Hortikultura, selain berperan dalam pengembangan taman dan KRPL, juga akan dikembangkan tanaman pepaya dan jeruk.

Penataan air akan menjadi hal penting mengingat KP Natar tergolong lahan kering. Balitkabi memberikan masukan bahwa produksi benih kedelai menjadi bagian integral dari UPBS yang ada di BPTP Lampung. Visitor plot dapat disajikan varietas atau galur harapan kedelai yang adaptif untuk lahan kering masam.

Mengingat Lampung merupakan sentra ubikayu maka dalam ASP perlu dirancang visitor ubikayu yang ditumpangsarikan dengan kedelai. Di ASP KP Natar, tanaman pangan (padi, jagung, kedelai) dialokasikan seluas 3.5 ha. Sebagian besar memang dialokasikan untuk produksi benih sumber kedelai. Pematangan ASP akan disampaikan pada rapat koordinasi ASP dan ATP lingkup Balitbangtan pada tanggal 17 April 2015.

MMA