Berita » Pembahasan Matriks Balitkabi 2017‒2019

matriks

Pada tanggal 18 Januari 2016, bertempat di Aula Balitkabi, diselenggarakan Pembahasan Matrik 2017‒2019. Pembahasan matrik dihadiri oleh pejabat lingkup Balitkabi, penanggung jawab RPTP/RDHP, dan seluruh peneliti Balitkabi. Acara dibuka oleh Kepala Balitkabi Dr. Didik Harnowo. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan bahwa penyusunan matrik perlu dilakukan dalam rangka persiapan kegiatan penelitian dan diseminasi tahun 2017. Kegiatan pembahasan diawali dengan penyampaian hasil raker Balitbangtan oleh Ketua Program Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto.

Beberapa point penting yang disampaikan dalam raker Balitbangtan diantaranya adalah: 1) Kebijakan Kementan 2015‒2019 diarahkan untuk dapat menjamin ketahanan pangan dan energi nasional, 2) Program strategis Kementerian Pertanian 2015‒2019, salah satu pendekatan yang dipakai adalah melalui pelaksanaan upaya khusus (UPSUS), 3) Tidak melupakan tugas pokok Balitbangtan, 4) UPSUS merupakan tugas tambahan dari Kementan, 5) Corak Balitbangtan tercermin dari inovasi-inovasi teknologi yang dihasilkan Balai Komoditas yang diimplementasikan melalui BPTP, 6) Seberapa besar inovasi teknologi pertanian yang telah ada di masyarakat, rasio hasilnya masih rendah, 7) Inovasi teknologi harus mampu menjadi unggulan Balitbangtan, 8) Refocussing tidak mengganggu substansi penelitian (Dana penelitian tidak berlebihan), 9) IKU tidak berubah, 10) Inovasi teknologi harus ada lompatan, 11) Inovasi teknologi disampaikan secara terstruktur dan melalui produktivitas unggulan (mudah diterapkan), 12) Diseminasi melalui media sosial (twitter), 13) Penelitian mengarah ke lahan sub optimal. Dalam acara pembahasan, dipresentasikan 11 matrik RPTP/RDHP oleh setiap penanggungjawab kegiatan. Setiap matrik kemudian dibahas secara ringkas oleh para Profesor dan Peneliti. Pada akhir pembahasan, Dr. Gatut Wahyu A.S. sebagai ketua program menyampaikan kesimpulan dari kegiatan pembahasan ini. Kegiatan penelitian dan diseminasi 2017 diarahkan kepada pemanfaatan lahan sub optimal. Matrik yang sudah dibahas harus direvisi sesuai dengan saran dari pembahas ataupun dari para peneliti. Sebelum kegiatan pembahasan matrik ini ditutup, Dr. Yusmani Prayogo selaku Kasie Yantek mengingatkan kembali mengenai target IKU yang harus dicapai oleh Balitkabi pada tahun 2016, berupa 6 varietas, 9 teknologi, 2985 aksesi plasma nutfah, 53 ton benih sumber.

WR/RA