Berita » Pembahasan SOP Pelepasan Varietas Tanaman Pangan

sopTerbitnya Permentan Nomor 40/PERMENTAN/TP.010/11/2017 tentang Pelepasan Varietas Tanaman, merupakan tindaklanjut dari ditiadakannya Badan Benih Nasional (BBN) yang telah terbentuk sejak tahun 1971. Permentan No. 40/2017 yang telah ditetapkan pada tanggal 28 November 2017, perlu diikuti dengan penerbitan SOP (Standar Operasional Prosedur), sebagai pegangan operasional pelepasan varietas tanaman pangan. Pembahasan SOP Pelepasan Varietas Tanaman Pangan, dilakukan pada tanggal 21–22 Maret 2018 di Bogor. Hadir pada pertemuan tersebut adalah Instansi terkait, Tim Penilai Varietas (Batan, perguruan tinggi dari IPB, Unpad dan UGM, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Asosiasi Perbenihan, dan Balitbangtan). Balitkabi diwakili oleh Dr. Sholihin dan Dr. Muchlish Adie. Pertemuan dibuka oleh Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, dilanjutkan pemaparan materi tentang saran dan masukan penilaian dan pelepasan varietas tanaman pangan oleh Ir. Baran Wirawan M.Sc. (Kemtan) dan Dr. Ophirtus Sumule (Ditjen Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti).

Pada tatacara pelepasan varietas saat ini terbagi kepada tiga tahap yakni pengujian, penilaian, dan pelepasan. Permentan 40/2017, mengamanatkan pembentukan Tim Penilai Varietas (TPV) untuk menggantikan TP2V pada Permentan sebelumnya. Penyelenggara pemuliaan dipersyaratkan untuk mengajukan permohonan pelepasan varietas kepada Direktur Jenderal melalui Kepala Pusat PVTPP. Juga terdapat pasal pengaturan terhadap varietas hasil pemuliaan petani kecil, yang merupakan tindaklanjut Putusan MK No. 99/PUU-X/2012.

Perubahan fundamental pada pelepasan varietas akabi adalah hanya memerlukan sebanyak 6 lokasi uji adaptasi dari sebelumnya berjumlah 8 lokasi uji adaptasi. Pada SOP pelepasan saat ini juga dipersyaratkan potensi hasil minimal untuk setiap komoditas tanaman pangan. Sebagai contoh untuk usulan calon varietas kedelai harus memiliki potensi hasil minimal 3,5 t/ha.

MMA