Berita » Pembekalan Peneliti/Penyuluh Pendamping SLPTT BPTP Sumatera Utara

Tahun 2014, Kabupaten Simalungun memperoleh target areal SLPTT kedelai sebanyak 500 ha, yang merupakan bagian target dari Provinsi Sumatera Utara yang mencapai dari 4.300 ha. Untuk itu diperlukan pembekalan kepada para pihak yang berkompeten. Pada sarasehan bersama Kepala BPTP Sumatera Utara Dr. Catur Hermanto dan peneliti/penyuluh BPTP Sumatera Utara, peneliti Balitkabi, Prof. Marwoto mempersentasikan teknologi produksi benih kedelai dengan pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu Kedelai. Topik ini merupakan pilihan dari para peneliti/penyuluh pendamping SLPTT Kedelai dari BPTP, karena pada tahun 2014 BPTP Sumatera Utara harus memproduksi benih kedelai klas FS seluas 6 ha dan produksi SS seluas 100 ha atau memproduksi SS kedelai sebanyak 101,1 ton.

Penyediaan benih sumber untuk displai varietas telah dipersiapkan dan ditanam pada awal Juni 2014, benih yang dibutuhkan adalah varietas Anjasmoro, Grobogan, Argomulyo, dan Wilis. Benih dari Balitkabi ini akan ditanam di Desa Purbaganda, Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini Balitkabi menyerahkan buku-buku bahan pendampingan untuk pelaksanaan SLPTT di Sumatera Utara, terdiri dari: 1) Panduan Roguing 10 buku, 2) Diskripsi Varietas Unggul Kedelai 25 buku, 3) Buku Identifikasi Hama, Penyakit dan Kahat Hara 25 buku, 4). Teknologi Produksi Aneka Kacang dan Umbi 25 buku, 5) Pedoman Umum Produksi BS Kedelai 10 buku dan 6) PTT kedelai 10 buku.

Di samping buku juga diserahkan materi: 1) KKP SLPTT kedelai, 2) Filosofi Pelaksanaan PTT kedelai, 3) Pengenalan Varietas Kedelai, 4) Teknik produksi kedelai spesifik lokasi, 5) Teknik produksi benih kedelai, 6) pengendalian hama dan penyakit, 7) pengendalian gulma, 8) panen dan prosesing kedelai. Materi tersebut berada dalam 1 flash disk.

Kunjungan lapang dilakukan di Desa Kuala Begumi, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara pada pertanaman kedelai untuk benih dasar. Pertanaman kedelai yang ditinjau seluas 4 ha, masuk pada fase menjelang berbunga, kondisinya agak stress, karena curah hujan tidak mencukupi, namun dapat ditanggulangi dengan penyiraman air dari sungai. Varietas Anjasmoro cukup baik dan disarankan pada pemeliharaan tanaman lebih intensif terhadap serangan hama dan kecukupan air agar tanaman dapat tumbuh optimal. Persaingan komoditas yang paling berat adalah dengan ubikayu, semangka dan tebu, kedelai mempunyai nilai kompetitif yang lebih rendah daripada semangka, ubikayu dan tebu.Kunjungan lapang berikutnya mencari lokasi untuk displai varietas kedelai di hamparan SLPTT di Simalungun. Lokasi telah didapatkan mulai tanam pada awal Mei 2014.


Mwt/AW