Berita » Pemberdayaan KWT Bengkulu Utara melalui Budi Daya Kedelai di antara Gawangan Tanaman Karet Muda

bengkulu

Kedelai varietas Anjasmoro di antara gawangan tanaman karet muda

Melalui kegiatan KP4S Peneliti BPTP Bengkulu berkolaborasi dengan Peneliti Balitkabi melakukan kegiatan penelitian “Kajian Teknologi Budi Daya Kedelai pada Gawangan Karet Belum Menghasilkan (TBM)” yang berlokasi di Kabupaten Bengkulu Utara, dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada di lokasi pengkajian. Pengkajian dilakukan pada luasan tiga hektar menggunakan varietas Dena 1 dan Anjasmoro, yang terbagi di tiga lokasi, salah satunya ada di Desa Gardu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah mendiseminasi teknologi budi daya kedelai di lahan yang berpotensi untuk perluasan areal tanam baru (PATB) tanaman kedelai.

Budi daya kedelai di antara gawangan tanaman karet muda merupakan hal baru bagi petani di wilayah Bengkulu Utara. Selama ini, lahan kosong di antara gawangan tanaman karet muda dibiarkan begitu saja, sehingga kegiatan ini memberikan wawasan dan pengetahuan baru bagi petani untuk memanfaatkan lahan yang ada dengan lebih baik.

Penanaman kedelai di antara gawangan tanaman karet muda memberikan manfaat, diantaranya: memperbaiki kesuburan tanah, mengendalikan populasi gulma, dan memberikan tambahan pendapatan bagi petani.

Kedelai varietas Dena 1 di antara gawangan tanaman karet muda

Kedelai varietas Dena 1 di antara gawangan tanaman karet muda

Untuk menjaring respon petani terhadap kegiatan pengkajian ini dilakukan temu lapang pada tanggal 4 Desember 2018, yang berlokasi di Balai Pertemuan Desa Gardu, Kecamatan Arma Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara. Temu lapang dihadiri oleh Kabid Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Kabid Budi Daya Dinas Perkebunan Kabupaten Bengkulu, Narasumber dari Balitkabi (Dr. Titik Sundari dan Dian Adi AE, M.Sc.), KSPHP dan peneliti BPTP Bengkulu, penyuluh, perangkat desa serta petani kooperator yang sebagian besar adalah anggota Kelompok Wanita Tani. Peran wanita tani dalam budi daya kedelai pada kegiatan ini sangat besar, terutama pada saat tanam hingga prosesing. Tenaga kerja laki-laki hanya berperan dalam penyiapan lahan saja.  

Untuk meningkatkan pemahaman bagi wanita tani yang masih cukup awam terhadap budi daya kedelai, Dr. Titik Sundari berbagi pengalaman dan ilmu tentang budi daya kedelai, seperti manfaat dan keuntungan budi daya kedelai di bawah tegakan tanaman perkebunan, pemeliharaan kedelai, hama dan penyakit kedelai serta pengendaliannya, panen dan pascapanen kedelai yang tepat termasuk penyiapan hasil panen kedelai menjadi benih untuk musim tanam berikutnya serta pengolahan kedelai menjadi produk pangan seperti sari kedelai. Diselingi sesi diskusi dengan para ibu dan penyuluh pendamping yang sangat aktif bertanya, banyak informasi mengenai komoditas kedelai (budi daya, pascapanen dan pengolahan) yang sesuai dengan permasalahan di lapangan (spesifik lokasi) yang dapat digali dari pendamping kegiatan KP4S.

Harus diakui, kedelai memang belum menjadi komoditas favorit di Kabupaten Bengkulu Utara, namun dengan melihat semangat wanita tani Desa Gardu dan Desa Kali dalam membudidayakan kedelai, agar kegiatan yang telah dimulai oleh BPTP ini tidak hilang begitu saja, diharapkan pemerintah daerah terutama dari dinas melalui penyuluh lapangan dan dari desa dapat memberikan dukungan (dana, pendampingan, pembinaan) agar lahan kosong di antara tanaman karet TBM dapat dimanfaatkan secara optimal dan hasil panen yang diperoleh petani dapat diolah menjadi benih atau olahan pangan sehingga mampu menyumbang perekonomian rumah tangga tani.

bengkulu2 bengkulu3

Penyampaian materi oleh Dr. Titik Sundari (kiri) dan peserta temu lapang (kanan)

TS/DAAE