Berita » Pemberdayaan Produsen Benih Kedelai

Ketersediaan dan kecukupan benih kedelai merupakan dua hal yang segera dituntaskan. BPTP Jatim, 15‒16 November 2016 di Batu, melakukan Workshop Pemberdayaan penangkar benih kedelai menunjang penyediaan benih bermutu di Jawa Timur. Peserta sosialisasi adalah calon produsen kedelai dari seluruh kabupaten di Jatim.

Narasumber workshop dari Diperta Provinsi Jatim, BPSB, BPTPH, dan BPTP Jatim. Balitkabi diundang sebagai pemateri tentang Teknik produksi benih kedelai (Muchlish Adie) dan Teknik Panen dan Prosesing Calon Benih Kedelai (Didik Harnowo).

Ir. Nur Falakhi, M.S. (Kabag Produksi Tanaman Pangan Diperta Jatim) menantang peserta workshop, sanggup atau tidak berproduksi dan meningkatkan produksi kedelai. Kebutuhan kedelai di Jatim masih kurang sekitar 105 ribu ton dari total kebutuhan sekitar 450 ribu ton/tahun.

Kalau sanggup, kita usulkan ke Gubernur, stop impor kedelai untuk Jatim. Kenyataan tersebut didasarkan oleh fakta saat ini, saat Menteri Pertanian menyampaikan stop impor jagung, luas tanam jagung di Jatim meningkat hingga 220.000 ha yang sebelumnya hanya sekitar 70.000 ha. Dipesankan juga petani jangan rewel terhadap pemerintah.

Workshop perbenihan kedelai di Batu.

Workshop perbenihan kedelai di Batu.

Pemateri dari Balitkabi menekankan pentingnya tanaman sehat untuk produksi benih dan penjagaan mutu genetik benih harus dilakukan di lapang. Titik kritis penjagaan mutu benih ada di fase pasca panen. Lakukan panen tepat waktu dan lakukan proses pengeringan brangkasan dan benih secara benar.