Berita ยป Pemkot Batu Gandeng Litbang Pertanian Dukung Agrowisata

Kota Batu sebagai kota wisata perlu dukungan sektor pertanian yang tangguh mengingat potensi pertanian di wilayah ini Batu cukup menjanjikan. Produk asli hasil pertanian kota Batu seperti jeruk, apel, strawberry, kentang, kubis, wortel, umbi-umbian dan peternakan merupakan komoditas pertanian pendukung obyek wisata yang perlu diperbaiki dalam konsep usahatani yang ramah lingkungan.Mengingat semakin terbatasnya lahan pertanian di wilayah Kota Batu, dan iming-iminginvestor mematok harga hingga 3 juta rupiah per meter persegi, maka mumculkekawatiran petani pemilik lahan pertanian menjual tanahnya. Oleh karena itu, Wali Kota Batu, Edy Rumpoko, berusaha agar petani tidak menjual tanahnya. Sebagai gantinya lahan tersebut harus memberikan keuntungan menjanjikan bagi petani. Pemkot Batu lalu berusaha menggandeng Badan Litbang Pertanian. Pertanian yang direncanakan adalah pertanian yang berkualitas dan ramah lingkungan, mendukung agrowisata Kota Batu.


Wali Kota Batu Edy Rumpoko dalam rapat koordinasi dengan Prof Marwoto dan Dr Muchar Soedarjo dari jajaran Badan
Litbang Pertanian (kiri atas); situasi rapat koordinasi di Balitjestro (kanan atas); Bapak Wali Kota Batu, sedang
menyampaikan sambutan didampingi Bapak
Wawali Kota Batu (kiri bawah),Prof. Dr. Marwoto menyampaikan paparan (kanan bawah).


Rapat kordinasi penyusunan draft kesepakatan kerjasama Pemkot Kota Batu dengan Badan Litbang Pertanian dilaksanakan di Balitjestro Tlekung Kota Batu (1/7). Koordinasi melibatkan seluruh SKPD Kota Batu dan Badan Litbang Pertanian (Balitjestro, Balitkabi, Balitas, Loka Sapi Potong dan BPTP Provinsi Jawa Timur). Diskusi diawali pemaparan dari Badan Litbang Pertanian, Balitjestro memaparkan prospek keunggulan jeruk Batu 55 dan buah potensial dari Kota Batu yang di sampaikan Kepala Balitjestro Dr. Muchdar Sudarjo, Ibu Titik dari BPTP menyampaikan konsep dan contoh-contoh Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang telah dilakukan di Kota Batu, Drs Dwi Adie menyampaikan pestisida botani untuk menuju pertanian ramah lingkungan, Loka Sapi Potong mengajukan konsep penanganan limbah peternakan sapi sebagai sumber energi ramah lingkungan. Prof. Dr. Marwoto dari Balitkabi mengangkat peran ubi jalar sebagai bahan pangan sehat yang dapat diolah untuk berbagai macam pangan olahan mendukung wisata kuliner di Kota Batu. Wali Kota menegaskan bahwa hasil penelitian Badan Litbang Pertanian sudah cukup banyak dan komprehensif untuk membangun pertanian yang ramah lingkungan sebagai penunjang utama pariwisata di Kota Batu. Untuk itu Bapak Wali Kota memerintahkan kepada SKPD terkait untuk menindaklanjuti dan segera menyusun program sebagai bentuk objek yang dapat dikerjasamakan dengan Litbang Pertanian. Secara khusus Bapak Wali Kota memerintahkan Dinas Pariwisata untuk membuat kawasan KRPL di semua Hotel di Wilayah Kota Batu. Rencana Tindak Lanjut nota kesepakatan kerjasama Pemkot Batu oleh Walikota dengan Kepala Badan Litbang Pertanian akan segera direalisasi, demikian kata Dr Muchdar Sudarjo kepala Balitjestro yang akan mempersiapkan nota kesepakatan.Marwoto/AW