Berita » Pemuliaan Kacang Hijau untuk Ketahanan terhadap Hama Thrips

Pada pola tanam yang biasa dilakukan petani, kacang hijau selalu ditanam terakhir (padi – padi – kacang hijau atau padi – kedelai – kacang hijau). Sehingga tanaman kacang hijau mendapatkan curah hujan atau pengairan hanya dalam waktu yang relatif singkat. Hal tersebut memerlukan karakter khusus. Pada kondisi air terbatas (musim kemarau), serangan hama penyakit sangat kompleks. Salah satu hama yang menyerang kacang hijau adalah thrips (Megalurothrips usitatus Bagnall). Hama thrips cepat sekali berkembang pada musim kemarau dan menyerang kaang hijau pada fase vegetatif. Untuk menekan kehilangan hasil akibat serangan thrips maka perlu dirakit varietas unggul kacang hijau tahan serangan hama thrips. Upaya perakitan varietas unggul kacang hijau tahan thrips memerlukan data: sebaran inang hama, pola pewarisan, mekanisme ketahanan, serta teknik seleksi yang digunakan.Hama thrips memiliki tubuh mungil dengan ukuran 0,5 mm hingga 5 mm. Tipe mulutnya adalah pengisap penggerek dan berkembangbiak secara partenogenesis. Tahap metamorposis hama thrips adalah dua instar pertama tidak bersayap pada bagian eksternal (larva), instar ketiga (pra-pupa), instar keempat (pupa), dan instar dewasa, dengan daur hidup selama 15 hari. Serangga dewasa mampu bertahan hidup hingga 20 hari dan menghasilkan telur 40–50 butir.

Gambar 1. Hama thrips dewasa (kiri) dan pertanaman kacang hijau terserang thrips (kanan).Terdapat sekitar 28 spesies tanaman inang hama thrips diantaranya yaitu legum, rambutan, anggur, tomat, kentang, cabai, kedelai, kacang hijau, kacang tanah, koro pedang, kacang adzuki, kacang asparagus, kacang yam, kacang lima, kacang buncis, sesbania, crotalaria, centrosema. Penyebaran hama thrips adalah di semua lokasi pertanaman kacang hijau pada musim kemarau. Hama thrips meletakkan telur satu per satu pada jaringan daun bagian bawah dari tanaman yang masih muda. Cairan daun diisap sehingga bagian atas daun berbintik-bintik, sedangkan bagian bawah daun menjadi bercak nekrotik. Selanjutnya daun keriting, tanaman menjadi kerdil dan bunga akan rontok. Beberapa spesies juga merupakan vektor virus yaitu T. tabaci dan T. palmi.Untuk memperoleh sumber ketahanan terhadap hama thrips maka dilakukan skrining plasma nutfah pada lokasi endemik serangan. Genotipe MLG 716 dan MLG432 memiliki skor intensitas serangan terendah.

Gambar 2. Kegiatan skrining untuk ketahanan terhadap hama thrips Mekanisme ketahanan terhadap hama thrips dapat berupa fisik yaitu tanaman tahan memiliki trikoma daun lebih panjang dan lebih rapat, serta ketahanan kimia (kadar N total daun, kadar tannin, dan kadar serat). Ketahanan terhadap hama thrips tidak dipengaruhi oleh efek maternal. Hasil uji chi kuadrat pengelompokkan segregasi F2 menunjukkan bahwa karakter ketahanan ditentukan oleh sepasang gen dominan. Pemanfaatan varietas tahan hama thrips merupakan salah satu faktor penunjang stabilitas hasil kacang hijau dan salah satu komponen penting dalam pengendalian hama ini. Pemuliaan terstruktur diperlukan untuk memperoleh galur-galur unggul tahan hama thrips. Dukungan dana berpotensi besar untuk mempercepat proses pelepasan varietas unggul kacang hijau.

Rudi Iswanto (Seminar internal Balitkabi, 16/2/2015)/AW