Berita » Penangkar Benih Kalimantan Selatan Incar Hasil Panen Kedelai Teknologi Kepas

berita_29_jul_18_3aBenih kedelai saat ini tampak seksi di mata penangkar, tentunya bukan tanpa sebab dan alasan. Kebutuhan benih kedelai khususnya benih bersertifikat dari varietas unggul baru akan meningkat di tahun 2018−2020 menyongsong keinginan Pemerintah yang dituangkan dalam Roadmap Kementerian Pertanian Menuju Lumbung Pangan Dunia Tahun 2045, komoditas kedelai swasembada di tahun 2020 dan diupayakan bisa terwujud di tahun 2019.

Kegiatan Gelar Lapang Inovasi Pertanian (GLIP) Kedelai Pasang Surut (KEPAS) Balitbangtan-Kementan tahun 2018 yang dilaksanakan di Wanaraya Kab. Barito Kuala Kalimantan Selatan, menunjukkan validasi sekaligus verifikasi inovasi baik. Kelebihan GLIP ini adalah keseluruhan hasil sejak awal diarahkan untuk menjadi benih dan saat ini telah diokup oleh penangkar benih setempat untuk dijadikan sumber benih pada kegiatan pengembangan kedelai Dinas Pertanian Kab. Barito Kuala.

berita_29_jul_18_3bProgram Nasional Tanam Serempak seluas 500.000 hektar dilaksanakan di 20 Provinsi di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, NTT, dan NTB dengan memanfaatkan lahan bekas pertambangan, perkebunan TBM (Tanaman Belum Menghasilkan), kerung, bera, tidur, pasang surut, dan bekas PATB (Perluasan Area Tanaman Baru) jagung. Areal pengembangan kedelai seluas 27.000 hektar ditempatkan di Kalimantan.

YB/AT