Berita » Pencanangan Panen Ubi Kayu di Kabupaten Pati

pati

Pada tanggal 4 September 2014, Prof. Nasir Saleh dan Ir. Budhi Santoso Radjid, MS telah mengikuti acara Pencanangan Panen ubi kayu di kabupaten Pati. Acara temu lapang diselenggarakan di lapangan desa Tlegosari, kecamatan Tlogowungu kabupaten Pati, dihadiri lebih kurang 250 peserta terdiri atas Staf Dirjen Tanaman Pangan, Dinas Pertanian Propinsi Jawa Tengah, BPTP Jawa Tengah, Balitkabi Malang, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati, kelompok tani, Penyuluh, Asosiasi Pengusaha Tapioka dan Mocaf, serta undangan lainnya. Selain acara panen ubi kayu, pada kesempatan tersebut juga digelar hasil-hasil panen ubi kayu dari kelompok tani dan beberapa produk olahannya.

Gambar 1. (a) Bupati Pati, didampingi Direktur Budi daya Aneka Kacang dan Umbi melakukan peninjauan pameran,

(b) sebagai narasumber dalam acara Pencanangan Panen Ubi kayu Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pati (Drh. Silvanus) melaporkan bahwa pada tahun 2013 Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Pati mendapat bantuan kegiatan Pengembangan ubikayu dari Direktorat Akabi seluas 50 ha, yang telah dilaksanakan di lima desa yang berada di lima kecamatan yaitu: Kecamatan Margorejo, Trangkil, Gembong, Cluwak dan Tlogowungu, melibatkan lima kelompok tani di masing-masing desa/kecamatan. Masing-masing lokasi seluas 10 ha, namun dalam pelaksanaannya total tercapai 141,5 ha. Disampaikan bahwa luas ubi kayu di kabupaten Pati pada tahun 2013 mencapai 18.455 ha, dengan produktivitas 32,8 t/ha. Dr. Maman Suherman, MM (Direktur Budi daya Aneka Kacang dan Umbi) mewakili Dirjen Tanaman Pangan sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Pati, karena melebihi target yang ditentukan dengan produktivitas yang tinggi 30–35 t/ha, jauh di atas rata-rata nasional yang mencapai 23 t/ha. Disampaikan oleh Direktur Budidaya Akabi bahwa ke depan, pengembangan ubi kayu bersifat pengembangan kawasan dan mencakup kegiatan mulai hulu sampai hilir, mulai kegiatan on-farm hingga of-farm nya. Selain memproduksi bahan berupa ubi kayu, juga diteruskan dengan prosesingnya menjadi produk pati, mocaf, gula bahkan produk pangan berbahan baku mocaf. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan kerja sama kemitraan dengan para pengusaha/industri berbasis ubi kayu dengan kelompok tani melalui MoU yang jelas. Bupati Pati (Bpk Heriyanto, SH. MM) menyambut baik Program pengembangan kawasan berbasis ubi kayu dan siap mendukung dan memfasilitasi kerja sama kelompok tani dengan para pengusaha, sehingga Kabupaten Pati betul-betul disamping penghasil padi, juga dikenal sebagai penghasil pati ubi kayu.

NS/EY