Berita » Pendampingan SL-PTT Jagung dan Kedelai

workshop_1

Prof. Dr. Marwoto selaku koordinator program Balitkabi dan penanggung jawab pengawalan dan pendampingan SL-PTT kedelai dan Ir. M. Anwari, MS dari UPBS Balitkabi mengikuti Workshop Pengawalan/Pendampingan SL-PTT Jagung dan Kedelai di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbangtan) Bogor pada 5–6 Maret 2012. Workshop diikuti oleh 70 orang peneliti dari Puslitbangtan, Balitsereal, Balitkabi, dan peneliti/penyuluh dari 23 BPTP sentra jagung dan kedelai.

Tujuan workshop adalah memadu-padankan periapan pelaksanaan pendampingan dan pengawalan serta menyusun teknologi spesifik lokasi jagung dan kedelai sesuai dengan tugas pokok peneliti Balit dan BPTP yang tertuang dalam SK Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

 

Tugas peneliti lingkup Puslitbangtan adalah: a) menyediakan benih sumber padi, jagung, dan kedelai untuk peragaan varietas, b) menjadi narasumber teknologi padi, jagung, dan kedelai pada pelatihan peneliti/penyuluh BPTP di provinsi, c) melakukan supervisi penerapan teknologi melalui kunjungan lapang 3 kali/tahun bersama peneliti/penyuluh BPTP, d) memberikan saran penyelesaian masalah pengamanan produksi, dan e) menyampaikan laporan hasil pengawalan/pendampingan kepada Kepala Puslitbangtan. Tugas peneliti dan penyuluh BPTP adalah: a) menyediakan rekomendasi PTT spesifik lokasi, b) merekomendasikan penggunaan VUB spesifik lokasi, c) menyediakan kalender dan pola tanam, d) melaksanakan peragaan varietas padi, jagung, dan kedelai, e) menjadi narasumber teknologi padi, jagung dan kedelai pada pelatihan PL-2 di tingkat kabupaten, f) menyediakan publikasi dan menyampaikan teknologi tepat guna sebagai bahan materi penyuluhan, g) memonitor perkembangan OPT bersama dengan instansi terkait di daerah, h) melakukan supervisi penerapan teknologi, i) memberikan saran penyelesaian masalah pengamanan produksi, dan j) menyampaikan laporan hasil pengawalan/pendampingan kepada kepala BBP2TP.

Kepala Puslitbangtan dalam sambutannya menekankan bahwa hubungan harmonis peneliti lingkup Puslitbangtan dengan peneliti/penyuluh BPTP sangat diperlukan dalam melaksanakan program SL-PTT jagung dan kedelai di daerah. Oleh karena itu, padu padan kegiatan pelaksanaan SL-PTT sesuai dengan dukungan Badan Litbang Pertanian adalah penyediaan teknologi, menyiapkan benih untuk display dan pendampingan/ pengawalan pelaksanaan SL-PTT. Keluaran yang diharapkan dari workshop ini adalah: a) rakitan teknologi spesifik lokasi PTT jagung dan kedelai, b) kebutuhan varietas untuk display di area SL-PTT jagung dan kedelai dan c) SOP pelaksanaan pendampingan dan pengawalan peneliti lingkup Puslitbangtan dan peneliti/penyuluh BPTP.

Prof. Dr. Marwoto menyampaikan materi Workshop

Sementara itu, Direktorat Budi Daya Serealia yang menyampaikan materi Rencana Pelaksanaan SL-PTT jagung 2012 dan dari Direktorat Budi Daya Aneka Kacang dan Umbi menyampaikan materi Rencana Pelaksanaan SL-PTT kedelai tahun 2012. Materi dari Balitkabi yang disampaikan oleh Prof. Dr. Marwoto menyangkut kesiapan dukungan teknologi budidaya spesifik lokasi, varietas, dan pendampingan SL-PTT kedelai. Berdasarkan SK Kepala Badan Litbang Pertanian No 9 tahun 2012, sebanyak 10 orang peneliti Balitkabi diberi mandat untuk pendampingan dan pengawalan SL-PTT kedelai di 9 provinsi sentra produksi kedelai di Indonesia.

Marwoto/Ery/Win