Berita » Pendampingan SLPTT Kedelai di Lampung

lampung

Pemerintah hingga kini terus berupaya meningkatkan produksi kedelai, diantaranya melalui program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) kedelai. Terkait dengan program tersebut, Prof. Dr. Arief Harsono bersama Peneliti BPTP Lampung Dra. Dewi Rumbaina, MS, pada tanggal 15 April 2014 melakukan pendampingan SLPTT di Desa Bumi Setia, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. Pendampingan SLPTT dihadiri oleh sekitar 25 peserta, diantaranya adalah petani kooperator, koordinator dan penyuluh pertanian Kecamatan Seputih Mataram, dan tiga peneliti dari BPTP Lampung. Menurut rencana, di Lampung Tengah melalui Program SLPTT akan ditanam sekitar 4000 ha kedelai, dan di Provinsi Lampung akan dikembangkan kedelai seluas 20 ribu ha. Bantuan benih akan diberikan melalui Program Produksi Benih di BPTP Lampung. Petani di lokasi pendampingan umumnya jarang menanam kedelai, tetapi beberapa diantaranya mempunyai pengalaman menanam kedelai. Kedelai yang disukai petani adalah jenis berbiji besar, karena disamping hasilnya tinggi permintaan pasar juga menghendaki kedelai berbiji besar. Masalah yang dihadapi dan dikeluhkan petani diantaranya adalah harga kedelai kurang menarik dan teknik budi dayanya membutuhkan tenaga dan biaya relatif banyak. Apabila harga kedelai dapat mencapai Rp 9000/kg, dengan sendirinya petani akan tertarik untuk bertanam kedelai. Pada kesempatan tersebut, sesuai dengan lahan di Lampung yang sebagian besar bersifat masam, Prof. Dr. Arief Harsono menyampaikan teknologi budi daya kedelai dengan judul “Teknologi Budi daya Kedelai pada Lahan Masam”. Bahasan yang disampaikan diantaranya adalah bagaimana cara bertanam kedelai di lahan sawah dan lahan tegal. Di lahan tegal terutama ditekankan pada teknik bertanam kedelai di sentral produksi ubikayu dan jagung, di perkebunan karet dan sawit muda. Dengan pengaturan pola tanam yang baik, petani tetap dapat bertanam ubikayu dan/atau jagung dengan hasil yang memadai, di sisi lain petani juga mendapat tambahan penghasilan dari bertanam kedelai. Petani peserta SLPTT secara umum sangat antusias mengikuti sosialisasi teknologi budi daya yang disampaikan, tercermin dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan petani tentang teknik budi daya kedelai. Hal yang perlu mendapat perhatian dari pendamping SLPTT, adalah bagaimana melakukan pendampingan secara maksimal, agar petani dapat menanam kedelai dengan baik, dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Prof. Dr. Arief Harsono (Balitkabi) dan Dra. Dewi Rumbaina, MS. (BPTP Lampung) saat pendampingan SLPTT di Seputih Mataram Lampung Tengah

ARH/EY