Berita » Peneliti Balitkabi Paparkan Hasil Penelitian Akabi di Seminar Bioindustri UPN Yogyakarta

Sedikitnya sebelas peneliti Balitkabi turut berperan aktif dalam acara Seminar Nasional Sistem Pertanian Bioindustri Berkelanjutan yang diselenggarakan oleh Universitas “Veteran” (UPN) Yogyakarta, pada 11 Desember 2014. Pembicara utama pada seminar ini adalah Menteri Pertanian yang diwakili oleh Kepala BB Mektan Dr. Astu Gunadi, M. Eng. yang mengangkat tema Strategi Penguatan Kedaulatan Pangan di Indonesia. Empat pembicara utama berikutnya yaitu Prof Pantjar Simatupang, Dr. Ir. Didiek Hadjar Goenadi, M. Sc., Ir. Gede Wirasuta, MMA., dan Dr. Ir. Yanisworo Wijaya Ratih, MP., berturut-turut menyampaikan makalah: (1) Pemangku kepentingan untuk percepatan pembangunan sistem pertanian bioindustri berkelanjutan, (2) Bioindustri perkebunan, (3) Pergulaan nasional yang berdaya saing, dan (4) Pendekatan bioteknologis untuk optimalisasi pemanfaatan residu pertanian sebagai pembenah tanah. Seminar diikuti oleh peneliti dari perguruan tinggi dan Balai penelitian yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dengan jumlah peserta sekitar 150 orang. Dari perguruan tinggi di antaranya UGM, Instiper, Unpad, Unsyiah, Unsrat, UWK Surabaya, UNS, UNIBA, Surakarta, dan UPN, sedangkan dari Balai penelitian antara lain BPTP DIY, BPTP Jateng, Bali, Kaltim, Sulut, Balitkabi, Puslit Koka, Balingtan, Balittas, dan BB Biogen.


Pembicara utama pada Seminar Nasional Bioindustri Berkelanjutan di UPN “Veteran” Yogyakarta Para peneliti Balitkabi yang hadir berasal dari kelompok peneliti (kelti) pemuliaan tanaman dan plasma nutfah, proteksi dan ekofisiologi tanaman. Ratri Tri Hapsari M.Si dan Ayda Krisnawati M.Sc dari Kelti Pemuliaan Tanaman dan Plasma Nutfah menyampaikan makalah: (1) Uji daya hasil galur padi gogo aromatic dan (2) Ketahanan beberapa genotipe kedelai terhadap hama pengisap polong. Eriyanto Yusnawan, Ph.D, Ir Sumartini, MS, dan Sulistyo Dwi Setyorini, SP mewakili kelti proteksi berturut turut menyampaikan topik: (1) Metode cepat pengukuran aktivitas antioksidan ekstrak biji kedelai dalam skala mikro, (2) Efektivitas campuran minyak cengkeh, ekstrak biji mimba, dan lerak untuk mengendalikan penyakit karat pada kedelai, serta (3) Jamur yang berasosiasi dengan penyakit layu pada koleksi sumber daya genetik kacang hijau. Peneliti dari kelompok ekofisiologi terdiri dari Didik Sucahyono M.Si, Siti Muzaiyanah, MP., Henny Kuntyastuti, MS., dan Sutrisno SP berturut-turut menyampaikan makalah: (1) Pengaruh pemberian pupuk hayati multi isolat terhadap inefektivitas, efektivitas, dan densitas sel rhizobium alam pada tanaman kedelai di lahan kering, (2) Pengaruh residu pupuk KCl selama dua musim tanam terhadap sifat kimia tanah dan Produktivitas padi dan kedelai pada tanah entisol, (3) Responpertumbuhan kedelai dan kacang tanah musim tanam kelima dan keenam terhadap residu pupuk KCl musim tanam pertama dan kedua, dan (4) Ketahanan galur-galur kedelai terhadap hama penggerek polong (Etiella zinckenella Tr.).

Sutris/EY