Berita » Peneliti Balitkabi Diseminasi Hasil Penelitian pada Seminar Nasional Peripi di Jember

Sedikitnya empat belas Peneliti Balitkabi turut berpartisipasi dalam seminar nasional pemuliaan yang dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Jember, 22–23 Oktober 2014. Seminar yang terselenggara atas kerjasama antara Perhimpunan Pemulia Komisariat Daerah Jawa Timur (Peripi Komda Jatim) dengan Fakultas Pertanian Universitas Jember (Faperta Unej) mengusung tema “Sumbangsih Pemulia Indonesia Dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan”, dibuka oleh Rektor Unej Prof. Moh. Hasan PhD. Empat topik makalah utama disampaikan oleh: (1) Dr. Muhammad Syakir, dari Badan Litbang Kementerian Pertanian yang menyampaikan makalah “Peran Badan Litbang Pertanian dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan Berkelanjutan”, (2) Prof Sobir dari Peripi Pusat memaparkan Peran Pendidikan Pemuliaan Tanaman dalam Menghadapi Ketahanan Pangan, (3) Prof. Sumarno dari Puslitbang Tanaman Pangan dengan makalah Strategi Riset Pemuliaan untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan, dan (4) Prof Kuswanto dari Peripi Komda Jatim dengan makalah Potensi Pengembangan Tanaman Kacang Bogor di Indonesia.Peneliti Balitkabi berpartisipasi dalam empat disiplin ilmu yaitu: (1) pemulia tanaman diwakili oleh Dr. Titik Sundari, Dr. Novita Nugrahaeni, Prof Astanto Kasno, Ir Trustinah M.S., Suhartina M.P., Apri Sulistyo M.P., Suyamto S.P., Tinuk Sri Wahyuningsih M.P., Ratri Tri Hapsari M.P., Siti Muzaiyanah, M.P., Wiwit Rahajeng S.P., (2) proteksi tanaman, Marida Santi Yuda Eka Bayu S.P., dan (3) agroekofisiologi diwakili oleh Sutrisno S.P.
Dari paparan makalah utama dapat ditarik simpulan bahwa,bersama-sama dengan bidang ilmu lainnya, pemuliaan telah berperan besar dalam meningkatkan produktivitas pangan baik dari tanaman maupun hewan. Sebagai contoh produksi jagung, tahun 1920 produksinya hanya 2 ton/ha meningkat menjadi 11 ton/ha pada tahun 2005. Akan tetapi, karena pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pangan masyarakat semakin meningkat maka ketersediaan pangan pada tahun-tahun yang akan datang akan mengalami kekurangan. Untuk mengatasi masalah tersebut, solusi yang mungkin dilakukan adalah perluasan areal tanam dengan memanfaatkan lahan sub optimal yang belum termanfaatkan, pemanfaatan sumberdaya alam seperti air dan unsur hara secara efektif dan efisien, pemanfaatan tanaman pangan potensial yang selama ini belum dikembangkan, dan pembangunan sumber daya manusia yang andal dan produktif dalam memproduksi bahan pangan. Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya kerjasama yang baik dari berbagai bidang baik pemerintah, pendidik, maupun praktisi. Dari hasil kajian diperkirakan bahwa lahan suboptimal potensial mencapai 91,9 juta ha. Selain itu, bahan pangan potensial seperti umbi-umbian dan kacang-kacangan belum banyak dikembangkan. Penggunaan air dan manajemen unsur hara juga belum dilaksanakan secara efektif efisien bahkan cenderung boros sehingga merusak lingkungan. Seminar diikuti oleh peneliti dari berbagai instansi di seluruh Indonesia seperti BPTP Bali, BPTP Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten, Universitas Bangka Belitung, IPB Jawa Barat, Unsoed, BPTP Jawa Tengah, UGM Jogjakarta, UPN Jawa Timur, dan Universitas Borneo Kalimantan Utara. Total makalah yang disampaikan mencapai 81 makalah.Sutrisno/AW