Berita » Peneliti Balitkabi Dukung Pengembangan Ketersediaan Pangan Berbasis Umbi-umbian

umbi

Dari tahun ke tahun, kebutuhan masyarakat akan beras dan terigu terus meningkat. Hal ini mendorong semakin tinggi harga kedua sumber karbohidrat tersebut yang terkadang tidak terjangkau oleh masyarakat ekonomi bawah. Menghadapi permasalahan ini, Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim mengadakan sosialisasi pengembangan ketersediaan pangan berbasis umbi-umbian, di Malang, 24 Maret 2016, dengan salah satu pemateri dari Balitkabi yaitu Ir. Erliana Ginting, M.Sc. Peserta sosialisasi sejumlah 315 orang, terdiri dari 286 Ketua PKK yang berasal dari 29 Kabupaten yang berada di Jawa Timur dan 29 Petugas Pendamping dari Kabupaten. Pada kesempatan ini, Drs. H. Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jatim membuka sosialisasi secara resmi. Dalam sambutannya, Gus Ipul, panggilan akrab Wagub Jatim, mengajak masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Jawa Timur agar mengonsumsi makanan yang bergizi, beragam, seimbang, aman dan halal. “Umbi-umbian yang ada di sekitar kita sangat potensi sebagai sumber pangan alternatif yang bergizi dan bernilai ekonomis tinggi”, tegas Gus Ipul.

Umbi-umbian potensial antara lain talas, mbote, suweg, ganyong, garut, dan umbi-umbian lainnya, harganya relatif murah dan banyak dijumpai di sekitar kita. “Umbi-umbian potensial dapat diolah menjadi beragam produk olahan pangan dengan rasa tidak kalah dengan yang berbahan terigu”, tambah bu Erli saat memberikan paparan materi. Tips menghilangkan rasa gatal pada umbi-umbian potensial juga dikupas oleh Bu Erli. Selain paparan materi, Tim Pasca Panen Balitkabi juga menampilkan beberapa produk olahan dari umbi-umbian potensial, antara lain: Mie Mbote, DC Kres Mbote, Bitterbalen Mbote, Onbeiykoek, dan olahan dari ubikayu seperti Cassava Blanca, serta Kue Mangkok Ubijalar Ungu. Para peserta pun dapat mencicipi display olahan tersebut. Bahkan Gus Ipul memberikan acungan jempol kepada peneliti balitkabi, sesaat setelah menikmati Mie Mbote dan Bitterbalen Mbote. Dalam acara tersebut, BKP Prov. Jatim telah membagi bibit umbi-umbian potensial dan alat perajang serta alat penepung kepada peserta sosialisasi. Dalam acara tersebut hadir pula Dr. Moch. Muchlish Adie dan Prof. Dr. Sudaryono yang siap membantu masyarakat dalam pengembangan budidaya umbi-umbian potensial serta tim laboratorium pasca panen balitkabi siap melatih pembuatan produk olahan pangan dari umbi-umbian. “Mari kita tingkatkan pemanfaatan umbi-umbian lokal yang bergizi dan bercitra rasa menuju ketahanan pangan nasional yang tangguh”.


NCH