Berita » Peneliti Balitkabi Ikuti SEA UMBI 2019 di ITB Bandung

Pembukaan SEA UMBI 2019 oleh Dekan SITH – ITB Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha.

Pembukaan SEA UMBI 2019 oleh Dekan SITH – ITB Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha.

Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH – ITB) tanggal 29-30 Agustus 2019 menyelenggarakan Seminar & Exhibition Aneka Umbi (SEA UMBI) di gedung Aula Barat ITB yang diikuti oleh Akademia (dosen dan mahasiswa), Peneliti, Pengusaha, UMKM, Komunitas (Masyarakat Singkong Indonesia), Pemerintah (Kementan, Kemendag, Kemenperin, Kemendes), dan Media. Seminar yang bertemakan “Riset Hulu dan Hilir Bioindustri Ubi kayu dan Aneka Umbi di Indonesia” dibuka oleh Dekan SITH – ITB Prof. Dr. I Nyoman Pugeg Aryantha. Dalam sambutannya, Nyoman menyatakan bahwa potensi aneka umbi di Indonesia ada sekitar 60 spesies. “Ini merupakan potensi yang sangat besar sebagai penopang kebutuhan karbohidrat, mestinya kita tidak usah impor sumber karbohidrat lain seperti gandum dan beras”, kata Nyoman lebih lanjut. Karbohidrat dari aneka umbi sangat baik dari sisi prebiotik karena mampu memelihara mikrobioma dalam tubuh.

Seminar ini menghadirkan tiga keynote speaker yaitu: 1) Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan RI Dr. Ir. Agung Hendriadi, M. Eng. yang diwakili oleh Aprianto Widodo menyampaikan topik “Global food system, world food barn 2045, dan pengembangan hulu untuk mendukung bio industri”, 2) Deputi Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI Prof. Dr. Enny Sudarmonowati menyampaikan materi “Penelitian, pengembangan, dan inovasi ubi kayu dan beberapa umbi lainnya di Indonesia, dan 3) Direktur Kementerian Perindustrian Ibu Enny Ratnaningtyas menyampaikan materi “Dukungan Kementerian Perindustrian dalam pengembangan industri pangan berbasis bahan baku ubi kayu dan aneka umbi”.

Keynote speaker (kiri) dan invited speaker kelompok budi daya dan sumber daya genetika (kanan)

Keynote speaker (kiri) dan invited speaker kelompok budi daya dan sumber daya genetika (kanan)

Dua bahasan pokok dalam SEA UMBI 2019 adalah Budi Daya dan Sumber Daya Genetika serta Pascapanen dan Sosial Ekonomi. Kepala Balitkabi Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S. berkesempatan menjadi salah satu invited speaker dari delapan invited speaker yang diundang. Kepala Balitkabi diwakili oleh Dr. Kartika Noerwijati menyampaikan materi “Budi daya serta sumber daya genetika ubi kayu dan ubi jalar”. Empat makalah dari Balitkabi juga dipresentasikan pada acara seminar ini dengan pemakalah Ir. Yudi Widodo, M.S., Ir. Ruly Krisdiana, M.S., Dr. Kartika Noerwijati, dan Dr. Febria Cahya Indriani.

Apriyanto Widodo menyatakan bahwa penyediaan pangan merupakan hal yang sangat krusial, karena pada tahun 2050 jumlah penduduk global diperkirakan mencapai 9 milyar dan kebutuhan pangan meningkat 70%. Hal tersebut membutuhkan sistem penyediaan pangan berkelanjutan dan diperlukan investasi di bidang pangan dan pertanian. Keamanan dan mutu pangan merupakan isu sentral yang telah menjadi aspek penting karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan manusia dan berkaitan erat dengan mutu SDM. Oleh karena itu jaminan keamanan pangan perlu selalu melekat pada upaya pemenuhan kebutuhan pangan. Menurut Enny Sudarmonowati, ubi kayu memiliki peluang serta peran besar dan strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Pengembangan sistem produksi ubi kayu terbuka sangat luas dilihat dari aspek luas lahan dan peluang pasar. Ketersediaan varietas unggul ubi kayu cukup banyak. Teknologi pendukung pengembangan ubi kayu cukup tersedia. Pengembangan agribisnis ubi kayu akan menciptakan lini-lini agribisnis yang sinergis dan berkelanjutan. “Program diversifikasi pangan berbasis komoditas aneka umbi perlu mendapat perhatian khusus guna mendukung program ketahanan dan kedaulatan pangan”, kata Enny mengakhiri paparannya. Ditambah lagi adanya perubahan iklim global yang menyebabkan kegagalan panen komoditas pangan di beberapa belahan dunia akan mengancam ketahanan pangan global. “Solusi tepat mengantisipasi hal tersebut adalah diversifikasi pangan berbahan baku lokal”, kata Enny Ratnaningtyas dari Kemenperin.

Peneliti Balitkabi yang mengikuti SEA UMBI 2019

Peneliti Balitkabi yang mengikuti SEA UMBI 2019

Peserta SEA UMBI 2019

Peserta SEA UMBI 2019

Hal penting yang diharapkan dari pertemuan ini adalah dapat menghasilkan semangat, kesepahaman hingga kesepakatan untuk meningkatkan riset, inovasi teknologi serta produksi ubi kayu dan aneka umbi, menyukseskan program diversifikasi pangan, pemanfaatan produk lokal, menurunkan kebutuhan impor, dan menaikkan peluang ekspor.
KN