Berita » Peneliti Balitkabi mengikuti ICFST 2019

Sambutan kepala Puslitbangtan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA pada ICFST 2019 di Makasar

Sambutan kepala Puslitbangtan Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA pada ICFST 2019 di Makasar

Ketersediaan dan kecukupan pangan, selalu menjadi dambaan setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Pada tanggal 23-25 September 2019, Balitbangtan melalui Balai Penelitian Tanaman Serealia (BALITSEREAL) bekerja sama dengan International Maize and Wheat Improvement Center (CIMMYT) dan Kementerian RISTEK DIKTI, melaksanakan International Conference on Sustainable Cereals and Crops Production Systems in the Tropics (ICFST 2019) di Makassar.

Konferensi tersebut dihadiri 17 negara dengan peserta 500 orang pakar dari berbagai bidang ilmu dan pengambil kebijakan. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S. dan beberapa peneliti Balitkabi ikut hadir pada ICFST 2019.

Konferensi dibuka oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah, M.Agr sekaligus sebagai key note speaker. Pada kesempatan tersebut Bapak Gubernur menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi internasional ini. Nurdin juga menyampaikan kemajuan yang telah dicapai serta harapan untuk pembangunan pertanian provinsi Sulawesi Selatan. Dijelaskan jika Makassar sangat strategis, sebagai penyangga pangan nasional, terlebih menyongsong kebutuhan pangan jika pusat pemerintahan akan dipindahkan ke Kalimantan.

Suasana penyelenggaraan ICFST 2019 di Makassar

Suasana penyelenggaraan ICFST 2019 di Makassar

Gubernur Sulsel beserta pemakalah utama (kiri) dan peneliti Balitbangtan (kanan)

Gubernur Sulsel beserta pemakalah utama (kiri) dan peneliti Balitbangtan (kanan)

Selama konferensi, peserta mendapatkan update kemajuan penelitian dan regulasi dari tujuh pembicara utama yaitu Balitbangtan Indonesia, IAARD, Dr. Ir. Haris Syahbuddin, DEA, Kepala Puslitbangtan : Enhancing Innovation in Agricultural Research and Development; Dr. B.M. Prasanna, Director of CIMMYTs Global Maize Program and CGIAR Research Program, dengan materi Maize Improvement in Tropics : Challenges and Opportunities; Thomas E. Anderson, International Agricultural B Biotechnology Policy, US  Departement of Agriculture USA dengan materi Agricultural Biotechnology Policy : Regulatory Cooperation and Coherence; Prof. Dr. Machito Mihara, Sustainable Environmental Management, Tokyo University of Agriculture, Japan; Prof. Roger Shivas, Mycologist with the University of Southern Queensland, Curator of the Queensland Plant Pathology Herbarium, Hidden diversity of downy mildews on corn/maize and other tropical grasses in south-east Asia and Australia; Prof. Bunyamin Taran, Breeding and Genetics, University of SaskatChewan, Canada, Toward sustainable chickpea production in western Canada: Roles of breeding and genetics to make possible the impossible; Dr. Haryono, Application of Big Data and Gene Discovery to Support Crop Production Systems in the Tropics, serta narasumber dari Direktorat Jenderal tanaman pangan. Terdapat benang merah atau kesamaan dari para pemateri bahwa ukuran keberhasilan hasil penelitian adalah pemanfaatan yang tolok ukurnya sesuai jenis penelitian, publik atau komersial.

Pada konferensi tersebut juga disampaikan hasil penelitian dan pengembangan yang disajikan oleh para peneliti/dosen/mahasiswa dari berbagai bidang ilmu dari dalam serta luar negeri secara oral sebanyak 94 makalah dan dalam bentuk poster sebanyak 127 makalah. Dari 221 makalah tersebut sebanyak 74,6 persen melaporkan hasil penelitian komoditi pajale : jagung (93 makalah), padi (56), dan kedelai (16). Sisanya sebanyak 56 makalah (25,4%) merupakan hasil-hasil penelitian komoditi lainnya (sorgum, terigu, millet, terung, kakao, ubi kayu, kacang tanah, letus, tomat, jahe, pakan, sagu, kayu jati, kayu cendana, jeruk, buah naga, rumput laut, pisang, bawang putih, kacang hijau, sawi), masing-masing antara 1-8 makalah.

Balitkabi berpartisipasi dengan menyampaikan makalah dalam bentuk poster, tiga makalah tentang kedelai dan satu makalah tentang kacang tanah. Makalah Balitkabi tersebut berjudul Performance of soybean grobogan-derived lines Under citrus trees shade (Titik Sundari, Novita Nugrahaeni, and Yuliantoro Baliadi), Evaluation for Soybean Resistance to Army Worm (Spodoptera litura) (M. Muchlish Adie, Ayda Krisnawati, and Yuliantoro Baliadi), Evaluation of several Soybean Genotypes for Pod Shattering Resistance (Ayda Krisnawati, M. Muchlish Adie, and Yuliantoro Baliadi), Yield Gain of Groundnut Cultivars Released from 1950 till 2014 (Novita Nugrahaeni, Purwantoro, and Yuliantoro Baliadi).

Konsep dan pendekatan keberlanjutan pangan banyak didiskusikan. Kepala Puslitbangtan menyampaikan mengubah dari pendekatan produktivitas tanaman ke produktivitas lahan, sehingga pilihan pendekatan menjadi beragam seperti intercropping dan lain-lain.

 

MMA/NN