Berita » Peneliti Balitkabi mengikuti International Conference on Agricultural and Biological Science 2016

Seminar Internasional ini merupakan salah satu ajang berinteraksi dan berkolaborasi dengan mitra internasional untuk berbagi pengalaman dalam semua aspek yang berkaitan dengan penelitian ilmu pertanian dan biologi. Peneliti Balitkabi Dr. Heru Kuswantoro dan Ratri Tri Hapsari, MSi berkesempatan menghadiri acara ‘2nd International Conference on Agricultural and Biological Science’ yang diadakan pada tanggal 23‒26 Juli 2016 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok. Pada konferensi ini disampaikan 3 makalah utama dan 84 makalah penunjang.

Makalah utama disampaikan oleh

  1. Prof. Monir M. El Hussein dari Cairo University, Mesir, yang menyampaikan makalah berjudul ‘Man-made Agricultural Pest Problems in Egypt When Ignoring Biodiversity at Desert Land Reclamation’
  2. Prof. Dr. Khalid Javed dari University of Veterinary and Animal Science, Pakistan, yang menyampaikan makalah tentang ‘Recent Advances in Animal Breeding and Genetics’, dan
  3. Prof. Dr. Moniruzzaman Khondker dari University of Dhaka, Bangladesh, yang menyampaikan makalah tentang ‘Changing Environment and the Role of Plant Scientists for Sustainable Development of Bangladesh’.

Makalah penunjang yang disampaikan dibagi menjadi empat kelompok bidang ilmu, antara lain:

  1. Animal, disease, and pest
  2. Plants, disease, and genetic
  3. Biotechnology for biomass conversion and bioproducts, dan
  4. Agriculture, soil dan environtment.
Saat presentasi makalah (kiri), seluruh peserta ABS 2016 (kanan).

Saat presentasi makalah (kiri), seluruh peserta ABS 2016 (kanan).

Dr. Heru Kuswantoro menyampaikan makalah tentang ‘Potential yield of tidal swamp-adaptive soybean promising lines’ yang ditulis bersama Ratri Tri Hapsari, Apri Sulistyo dan Agus Supeno. Pemakalah lain dari Indonesia berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sumatera Utara, Universitas Riau, dan Universitas Bina Nusantara.

Dr. Heru Kuswantoro dkk. menyampaikan hasil penelitiannya yang bertujuan untuk mendapatkan galur harapan kedelai beradaptasi baik di lahan pasang surut. Lahan pasang surut merupakan lahan sub-optimal yang memiliki potensi untuk arah pengembangan kedelai di masa mendatang.

Namun demikian masalah utama pada jenis lahan ini adalah genangan air dan rendahnya pH tanah sehingga mengakibatkan defisiensi unsur hara makro dan toksisitas unsur hara mikro. Serangkaian seleksi untuk mendapatkan varietas yang dapat beradaptasi baik di lahan pasang surut diperlukan agar didapatkan varietas unggul baru spesifik lokasi yang mampu berproduksi tinggi.

Dari hasil penelitian diketahui bahwa galur Snb/1087-147-2-2 memiliki hasil biji lebih tinggi dibandingkan dengan varietas pembanding Lawit.

RTH/HK