Berita » Peneliti Balitkabi Menjadi Narasumber Webinar Porang

Jaringan Saudagar Muhammadiyah (JSM) pada 3 Maret 2021 menyelenggarakan webinar tentang porang. Webinar dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., pada kesempatan tersebut Wagub Jatim menyampaikan kondisi dan potensi pengembangan porang di Jatim, prospek pengembangan porang termasuk perkembangan ekspor porang dari Jatim, permasalahan yang dihadapi (pasca panen dan peredaran benih porang), alokasi kegiatan pengembangan porang, serta keberadaan varietas porang Madiun 1. Juga disampaikan rencana program pengembangan porang tahun 2021 di Jawa Timur seluas 1.500 ha di 11 kabupaten. Disampaikan oleh Wagub, yang harus segera disiapkan adalah ketersediaan benih dan standar budidaya porang agar menghasilkan bahan baku sesuai permintaan pabrik.

Peneliti Balitkabi, Ratri Tri Hapsari, S.P., M.Si., menjadi narasumber pada webinar tersebut, selain dari pengusaha, petani dan  pemerintah.  Ratri menjelaskan teknik budidaya porang dan pengendalian OPTnya.  Selain itu, juga disampaikan cara memilih benih yang sudah masak fisiologis serta anjuran tidak menggunakan bibit cabutan. Ciri masak fisiologis (pada porang dicirikan batang berwarna kuning, layu dan rebah). Salah satu yang penting dalam memilih benih adalah perhatikan siklus/masa tanam di setiap daerah dan hindari menggunakan bibit cabutan karena menyebabkan tanaman layu, butuh recovery, dan berisiko pada pertumbuhan porang.

Presiden Direktur PT. Ambico,  Johan Soedjatmiko, mengharapkan agar petani porang Indonesia mampu menjaga kualitas porang maupun chips yang dihasilkan agar kualitas produknya juga terjamin. Saat ini, chips porang asal Indonesia ditolak oleh China karena kualitasnya yang kurang bagus (kotor). Johan menekankan kehati-hatian dalam penggunaan pupuk pada budidaya porang. Hartoyo, petani porang di Madiun sebagai pelaku langsung menyampaikan pemanfaatan benih yang berkualitas dan bersertifikat untuk menjamin produksi dan kualitas umbi porang. Yang tidak kalah menariknya yang disampaikan oleh Frans Thomas, S.Sos., M.I.Kom. (Setjen Wantannas), menyampaikan pentingnya porang dalam usaha konservasi lahan dan mencegah penduduk untuk menebangi pepohonan di hutan.

Pada sesi diskusi, dibahas permasalahan harga porang agar tidak mahal, SNI budidaya porang dan bahan baku pabrik, berkembangnya bibit kultur jaringan (bagaimana jaminan kualitas dan cara budidayanya karena lebih rentan perubahan lingkungan), termasuk insentif harga pada umbi yang dipanen pada umur yang lebih tua karena  kandungan glukomanan. Nampaknya diperlukan koordinasi dari instansi pemerintah, pengusaha maupun petani agar kesejahteraan petani porang terjaga.

Wagub Jatim membuka webinar porang, dan para narasumber

Wagub Jatim membuka webinar porang, dan para narasumber

FCI/NN/RTH