Berita ยป Peneliti Balitkabi Seminarkan Makalah di IAPB Congress 2014

International Associationfor Plant Biotechnology (IAPB)merupakan asosiasi peneliti dan pemerhati yang beranggotakan sekitar 1500 orang yang tersebar di 85 negara. IAPB melakukan pertemuan setiap 4 tahun. IAPB Congress ke 12 tahun 2010 dilakukan di St Louis USA, dan IAPB Congress 2014 dilaksanakan di Melbourne Convention and Exhibition Center, Melbourne Victoria, 10โ€“15 Agustus 2014. Dua peneliti Balitbangtan yakni Muchlish Adie dan Ayda Krisnawati (keduanya adalah pemulia kedelai) berkesempatan hadir pada acara tersebut dan masing-masing menyampaikan makalah Development progress of Indonesian soybean variety resistant to major pests through genetic approach dan Optimize the genetic yield potential of soybean in Indonesia by exploring the GEI pattern. Peserta dari Indonesia lainnya adalah dari IPB (Dr. Ence Darmo Jaya Supena) dengan makalah Induction of sporophytic division in anther culture of oil palm in a double-layer medium system. G. Spangenberg (President IAPB 2011โ€“2014) menyampaikan, tantangan keamanan pangan hingga 50 tahun ke depan merupakan persoalan besar karena pertambahan penduduk yang dipekirakan akan mencapai 9 miliar pada tahun 2050. Harus dilakukan peningkatan penyediaan pangan dua kali lipat dengan berpegang kepada keberlanjutan dan efisiensi dengan menggunakan sedikit air, energi fosil, dan nitrogen. Teknologi merupakan jantung kemajuan manusia yang mampu mengatasi berbagai persoalan dan tantangan tersebut. Outcome dari litbang di bidang bioteknologi tanaman harus memberikan nilai inovasi tinggi tetapi juga berkonstribusi terhadap capaian ekonomi tinggi.Pada IAPB 2014 disampaikan makalah utama dan makalah penunjang dari peserta IAPB. Delapan makalah utama adalah (1) Narratives from 44 years โ€“ from early tissue culture to golden rice (Ingo Potrykus), (2) Whre are going in plant improvement? (Richard Flawell), (3) Plant biotechnology and sustainable agricultural practice (Maurice Moloney), (4) 35 years of GMO wars: will we win? (Nina Fedoroff), (5) Metabolic engineering in crops for comparative nutrition and health-promoting foods (Cathie Martin), (6) One for all and all for one: the Arabidopsis somatic embryogenesis receptor-like kinases, (7) Regulatory gene network in drought stress response and tolerance (Kazuo Shinozaki), (8) Sustainable intensive as well as small scale agriculture need GM crops (Marc van Montagu).


Mengikuti dan berinteraksi dengan peneliti, pemerhati, dan pebisnis pada agenda internasional sangat penting dan selayaknya menjadi suatu kebutuhan bagi peneliti. Interaksi ini tidak hanya memperdalam di bidang science dan innovation, tetapi juga memperluas networking. Apalagi saat ini persoalan pangan dan perubahan iklim semakin memerlukan bioinformatic yang cepat dan tepat. Walaupun tetap diperlakukan moral responsibility untuk mengatasi persoalan kemiskinan, kelaparan, dan malnutrisi.

MMA dan AK/AW