Berita » Peneliti Litbangtan Kibarkan Merah Putih di Madagaskar dan Sudan

Sepuluh staf Badan Litbang Pertanian, lima di antaranya peneliti Balitkabi dipercaya Kementerian Pertanian RI untuk melaksanakan tugas internasional sebagai tenaga ahli untuk membantu pembangunan pertanian di Sudan dan Madagaskar. Mereka ditunjuk sebagai bentuk partisipasi Pemerintah Indonesia dalam memperkuat kerja sama selatan-selatan (KSS) khususnya dalam memberikan bantuan teknis untuk bidang pertanian. Bantuan teknis pertanian masih sangat dibutuhkan di negara-negara Afrika, Asia, dan Pasifik. Teknologi pertanian yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia dengan mudah dapat diterapkan oleh negara-negara tersebut yang kemampuan teknologinya juga tidak berbeda jauh dengan Indonesia.
Sebelumnya, pada Oktober 2013, tim penjajakan telah diberangkatkan ke Sudan dan Madagaskar. Dalam waktu dekat Tim tersebut kembali akan bertugas di negara yang sama sampai akhir tahun ini. Rapat persiapan akhir keberangkatan kedua Tim tersebut dilaksanakan di Balitkabi pada tanggal 7 April2014. Rapat yang berlangsung sangat serius tapi santai ini membahas hampir semua aspek teknis maupun non-teknis. Ir. Suismono, MSi. yang berpengalaman cukup lama di Madagaskar menyampaikan berbagai aspek sosiologis dan budaya setempat. Beberapa kali Prof. Karim Makarim menegaskan bahwa keberangkatan ke Sudan dan Madagaskar ini ibarat mengibarkan merah-putih. Ka Balitkabi, Dr. Didik Harnowo menambahkan bahwa keberangkatan “the dream team” ke luar negeri ini membawa nama bangsa dalam misi mengharumkan nama Indonesia di Sudan dan Madagaskar.Tim untuk Sudan, bantuan bertujuan untuk menghasilkan produksi dan pascapanen padi melalui perbaikan sistem budi daya, pengairan, dan adaptasi varietas padi dari Indonesia. Tim terdiri dari Prof. A. Karim Makarim (Agronomi Padi/Tanah), Dr. Budi Kartiwa (Water Management), Dr. Abi Prabowo (Agricultural Engineering), Ir Suismono, MS (Postharvest, termasuk pest management dan postharvest), dan Asep Maulana, SP (Extension Specialist).Sedangkan Tim untuk Madagaskar, yang beranggotakan Dr. Heru Kuswantoro (Pemuliaan), Dr. Suharsono (Proteksi), Prof. Sudaryono (Ilmu Tanah), Ir. Yudi Widodo, MS (Agronomis), dan Soeprapto, SP (Pascapanen), programnya agak berbeda dengan program di Sudan, yaitu lebih banyak memperkenalkan tanaman kedelai dari Indonesia dan melakukan kegiatan peningkatan produksi kedelai di Madagaskar.Selamat bertugas, semoga sukses!Suharsono/AM/AW