Berita » Penganugerahan PUI 2016 dari Kemenristekdikti

21-12-15Penganugerahan dan penetapan pusat unggulan iptek (PUI) oleh Kemenristekdikti kepada lembaga penelitian merupakan acara bergengsi bagi lembaga penelitian di Indonesia. Penetapan ini menjadikan lembaga penelitian terpilih diakui kredibilitasnya secara nasional dan diharapkan akan diakui di kancah regional maupun internasional.

Balitkabi sebagai salah satu anggota PUI yang telah ditetapkan pada tahun 2014 memperoleh tanggung jawab untuk ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Kepala Balitkabi (Dr. Didik Harnowo) beserta sekretaris (Zarni Hortila, S.Sos), pengurus PUI (Dr. M. M. Adie, Ayda Krisnawati M.Sc., Sutrisno S.P.), dan staf Jaslit (Wasito Ady dan Yuhrotus Faridah T, S.P.) hadir dalam acara tersebut.

Acara penganugerahan dilaksanakan di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada tanggal 15 dan 16 Desember 2015. Acara dibuka oleh Menteri Ristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D.,Ak, dan dihadiri oleh Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan dan Industri, Pakar Pendidikan, serta sekitar 200 peserta dari berbagai lembaga penelitian penerima PUI.

Balitkabi mengikuti berbagai kegiatan dalam acara penganugerahan tersebut. Pada hari pertama, acara yang dikuti adalah penganugerahan kepada 10 PUI baru dan 2 PUI perpanjangan yang disahkan langsung oleh Menteri Ristekdikti.

Sesi kedua mengikuti diskusi bersama antara tiga kementerian yaitu Kementerian Ristekdikti, Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan dan Industri, dan pakar pendidikan yang diwakili oleh Rektor ITB. Sesi ketiga mengikuti silaturahmi antar anggota PUI.

Balitkabi juga mengikuti workshop antar anggota PUI yang membahas rencana kegiatan tahun 2016. Pada ajang pameran produk, Balitkabi menunjukkan berbagai produk seperti varietas unggul aneka kacang dan umbi serta produk olahannya selama dua hari.

Beberapa hal penting yang diperoleh dari serangkaian kegiatan tersebut diantaranya adalah

  1. Hasil penelitian seharusnya tidak hanya berhenti sampai pada produk tetapi harus benar-benar dapat dimanfaatkan oleh konsumen secara luas dengan harga terjangkau,
  2. Peneliti akan diupayakan untuk tidak lagi disibukkan mengurus laporan surat pertanggungjawaban (SPJ) tetapi lebih berorientasi pada hasil,
  3. Peneliti yang memperoleh hasil penelitian unggul akan mendapat royalti yang memadai sehingga dapat memacu untuk memperoleh hasil yang lebih unggul lagi,
  4. Pemerintah akan berupaya mensubsidi produk hasil penelitian yang unggul sehingga harga produk tersebut akan terjangkau oleh masyarakat,
  5. Segala bentuk peraturan yang dirasa menghambat proses pematenan dan hilirisasi produk akan segera dipangkas, dan
  6. Lembaga penelitian penerima PUI akan memperoleh pembinaan dan insentif agar penelitian semakin maju dan produk hasil penelitian dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Sutrisno